RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Sabtu, 28 Oktober 2017

Polda Kaltim ikut buru maling tikam mahasiswi di Samarinda hingga tewas

Polda Kaltim ikut buru maling tikam mahasiswi di Samarinda hingga tewas


AGEN CASINO ONLINE

Polda Kalimantan Timur ikut memburu maling yang tepergok, dan tewaskan Debby Aulia (23), mahasiswi cantik salah satu kampus di Samarinda, dini hari tadi. Selain motor pelaku, polisi juga mengamankan sarung badik milik pelaku yang tercecer di lokasi kejadian.

"Kami juga koordinasi dengan Polda, untuk mencari pelaku," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Ipda Wawan Gunawan, Sabtu (28/10).

Dia menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa Debby. Sekira pukul 03.00 Wita dini hari tadi, di sekitar rumah Debby di Jalan Gerilya di RT 34 Kelurahan Sungai Pinang Dalam, warga memang tengah memergoki gerak-gerik pria menggunakan motor Honda Beat bernomor polisi KT 2947 QA.

Diduga, pria tak dikenal pengendara motor itu, hendak mencuri di rumah salah satu warga. Warga yang memergokinya, sempat menghakiminya. Pria itu terus melawan, dan akhirnya berhasil kabur.

Nahas, kaburnya pelaku, bersamaan dengan korban Debby, yang terbangun dari tidurnya, dan penasaran dengan yang terjadi di sekitar rumahnya.

"Korban keluar rumah, dan sempat mengadang pelaku di jalan. Tidak ada warga yang tahu saat itu, kalau pelaku ini bawa senjata tajam," ujar Wawan.

"Pelaku yang diketahui membawa badik, menikamkan badiknya di leher kiri korban. Oleh warga, sempat dibawa ke rumah sakit Dirgahayu. Di rumah sakit, korban diketahui meninggal," tambah Wawan.

Kepolisian yang tiba di lokasi, bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain mengamankan motor pelaku, juga diamankan barang bukti sarung badik.

"Warga sempat terus mengejar pelaku yang menikam ini. Identitasnya belum teridentifikasi, tapi ciri-cirinya, sudah ada gambaran," terang Wawan.

"Kita belum tahu apakah itu motor curian atau bukan ya. Yang jelas sementara ini terdata pelat nomor kendaraan itu, sesuai dengan nomor mesin motor," ungkap Wawan.

"Ya, yang jelas langkah awal penyelidikan, dari motor yang ditinggalkan, dan pelat nomor polisi, diduga milik pelaku," tambah Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan.

"Benar, korban (Debby Aulia) meninggal. Ini kami masih berupaya bantu pencarian polisi. Karena tadi memang wajahnya pelaku sempat terlihat," kata Idris, warga Jalan Gerilya, ditemui merdeka.com terpisah.

Rabu, 25 Oktober 2017

Kembangkan bisnis, Asuransi Simas Jiwa luncurkan digital insurance

Kembangkan bisnis, Asuransi Simas Jiwa luncurkan digital insurance


AGEN CASINO ONLINE

Dalam rangka merayakan Ulang Tahun ke-2, PT Asuransi Simas Jiwa meluncurkan kanal distribusi digital insurance berupa aplikasi klikasuransiku.com. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui website serta dapat diunduh melalui Iayanan playstore di perangkat android yang terdapat di smartphone.

Direktur Utama PT Asuransi Simas Jiwa, IJ. Soegeng Wibowo mengatkan, peluncuran klikasuransiku.com merupakan sebuah Iangkah bisinis dalam menjawab trend digital marketing yang ada di masyarakat.

"Dengan ini, Simas Jiwa hadir lebih dekat dan semakin memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan perlindungan nilai ekonomi seseorang dan keluarga," kata Soegeng di Jakarta, Rabu (25/10).

Bersamaan dengan peluncuran ini, perusahaan juga menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan 2 market place, yaitu JD.ID dan PasarPoIis.com serta satu MoU kemitraan dengan PT Asuransi Simas Net.

Dalam rangka peluncuran klikasuransiku.com, Simas Jiwa memberikan 10.000 polis asuransi kecelakaan gratis yang bisa didapat dengan mengunjungi website klikasuransiku.com atau melalui android mobile apps kiikasuransiku.com di playstore.

Saat ini melalui klikasuransiku.com perusahaan menyediakan 14 produk asuransi menarik yang dibutuhkan masyarakat terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dengan premi yang terjangkau serta produk asuransi dengan program investasi. Selanjutnya akan ada lebih dari 40 produk asuransi yang dijual melalui klikasuransi.com.

PT Asuransi Simas Jiwa mempunyai tiga kanal distribusi utama, yaitu bancassurance, digital insurance dan direct sales serta memiliki 9 kantor pemasaran yang berada di Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar dan Bali.

Harga lada di Bangka anjlok parah dari Rp 120.000 jadi Rp 60.000 per Kg

Harga lada di Bangka anjlok parah dari Rp 120.000 jadi Rp 60.000 per Kg


AGEN CASINO ONLINE

Harga lada di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, anjlok dari Rp 120.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Seorang petani lada di Koba, Eros Alpandi mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir harga lada cenderung turun, dan belum ada tanda-tanda bakal kembali naik.

"Kondisi ini membuat kami petani lada kelimpungan karena harga komoditas unggulan tersebut tidak menguntungkan, bahkan belum mampu menutupi biaya yang sudah dikeluarkan untuk perawatan dan pemupukan," katanya seperti ditulis Antara, Rabu (25/10).

Dia mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan tanaman lada hingga panen sangat besar dan petani baru bisa mendapatkan untung dari hasil panen jika harga lada mencapai Rp 120.000 per kilo gram.

"Sekarang harga hanya berkisar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Sudah bisa dibayangkan tanaman lada saat ini belum mampu mengangkat perekonomian," ujarnya.

Namun demikian, dirinya berharap harga komoditas lada kembali naik ke level tertinggi sehingga berkebun lada benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan. "Lada yang sudah saya panen kadang-kadang saya simpan dulu di gudang dengan harapan bisa dijual apabila harga sudah naik," ujarnya.

Sementara Hendri, petani lada yang lainnya mengaku memiliki beberapa hektare tanaman lada namun kesulitan dengan biaya untuk perawatan dan pemupukan.

"Kami membeli pupuk dari hasil penjualan lada, kalau harga lada terus anjlok begini maka jangankan untuk meningkatkan kesejahteraan, untuk membeli pupuk saja tidak bisa," katanya.

Hendak jenguk napi, pembesuk tepergok sipir sembunyikan HP di jilbab

Hendak jenguk napi, pembesuk tepergok sipir sembunyikan HP di jilbab


AGEN CASINO ONLINE

Petugas Lapas Klas I Delta Sidoarjo, Jawa Timur mengamankan seorang pembesuk berinisial SM, warga Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Perempuan berusia 47 tahun itu diamankan karena menyelundupkan ponsel yang disembunyikan dalam jilbab.

"HP (handphone) itu terungkap ketika petugas melakukan pengeledahan sebelum pembesuk memasuki Lapas. Itu sudah menjadi SOP (Standart Operasional Prosedur)," kata Kalapas Kelas II A Sidoarjo, Jumadi, Rabu (25/10) siang.

Jumadi mengungkapkan, petugas curiga dengan gelagat SM, ketika berada di ruang pemeriksaan sebelum masuk ke Lapas. Petugas pun lalu melakukan penggeledahan satu persatu bawaan.

Termasuk petugas perempuan juga meminta salah seorang pembesuk atau pengunjung yang menggunakan jilbab warna biru laut yang digunakan itu untuk dilepas.

"Ketika kerudung di lepas, pembesuk ini menyelipkan ponselnya di dalam kerudung. Kemudian langsung kami amankan. Kejadiannya tadi sekitar pukul 09.30 Wib," ungkapnya.

Handphone jenis nokia E 90 warna merah hitam itu rencananya akan diberikan kepada salah satu penghuni Lapas.

"Dari keterangan SM, ponsel itu rencananya akan diberikan kepada warga binaan berinisial S, yang ditahan kasus 363 KUH Pidana," jelasnya pria yang baru menjabat dua minggu orang nonot satu di Lapas Delta Sidoarjo itu.

Meski demikian, pihak Lapas masih mendalami terungkapnya perempuan berbaju batik hendak menyelundupkan handphone itu.

"Kami masih dalami atas temuan tersebut, serta akan memproses SM dengan teguran keras," tutupnya.

Selasa, 24 Oktober 2017

Korupsi dana hibah, 5 Eks komisioner KPU Pakpak Bharat dituntut 4 tahun penjara

Korupsi dana hibah, 5 Eks komisioner KPU Pakpak Bharat dituntut 4 tahun penjara


AGEN CASINO ONLINE

Lima mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pakpak Bharat masing-masing dituntut dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Mereka dinilai bersalah menyelewengkan dana hibah Rp 471 juta.

Para terdakwa yang menjalani tuntutan yaitu Sahitar Berutu, mantan Ketua KPU Pakpak Bharat beserta empat anggotanya yakni Daulat Merhukum Solin, Sahrun Kudadiri, Ren Haney Lorawaty Manik, dan Tunggul Monang Bancin.

Tuntutan terhadap kelima terdakwa disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yosua Parlaungan Lumban Tobing di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (24/10). Mereka menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara," kata Yosua di hadapan majelis hakim yang diketuai Morgan.

Dalam nota tuntutannya , JPU menyatakan kelima terdakwa menggunakan anggaran tidak sesuai peruntukan. Akibatnya, negara dirugikan Rp 471 juta. Dana yang diselewengkan merupakan hibah dari APBD Pakpak Bharat tahun 2014 sebesar Rp 641 juta.

Dana hibah diperuntukkan bagi sosialisasi pemilihan umum DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten serta pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun mereka diduga menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Setelah mendengar tuntutan JPU, kelima terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pleidoi. Majelis hakim memberi mereka kesempatan menyampaikan pembelaan itu pada persidangan pekan depan.

42 Titik rawan kebakaran terpantau di tiga daerah Sumatera Barat

42 Titik rawan kebakaran terpantau di tiga daerah Sumatera Barat


AGEN CASINO ONLINE

Sedikitnya ada 42 titik panas yang tersebar pada tiga daerah di Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2017. Mayoritas titik panas tersebut berada di kawasan hutan masyarakat.

Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Sumbar Faridil Afrasi mengatakan, hasil pemantauan satelit pendeteksi panas bumi National Oceanic Atmosferic Administration (NOAA), 42 titik panas itu terdapat di Kabupaten Sijunjung, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan.

"Titik panas belum tentu dapat menimbulkan kebakaran, tapi berpotensi, iya. Kalau saat ini, rawan kebakaran hutan ini di wilayah Sijunjung dan Pasbar," kata Faridil saat dihubungi, Selasa (24/10).

Pemantauan titik panas ini lanjut Faridil, tidak sekedar pada lokasi lahan yang mengalami kebakaran. Sebab, satelit pendeteksi panas bumi NOAA ini, memiliki sifat yang dapat menangkap panas pada permukaan bumi. Dimana, saat siang hari, NOAA akan mendeteksi panas pada ambang temperatur 42 celcius. Sedangkan pada malam harinya, satelit mampu mendeteksi panas di ambang temperatur 37 celcius.

"Jadi, titik panas juga bisa dipicu oleh aktivitas peladangan dengan membakar lahan sekitar. Walaupun sedikit, tapi terpantau sebagai titik panas," katanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau, Padang Pariaman juga mendeteksi sebanyak 5 titik panas yang terpantau dari sensor modis atau Satelit Terra Aqua. Titik panas dari sensor ini terpantau di daerah Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Limapuluh Kota.

"Di Dharmasraya terdeteksi 4 titik panas dengan tingkat kepercayaan 50 hingga 76 persen. Serta, 1 titik panas di Limapuluh Kota dengan tingkat kepercayaannya 53 persen," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Padang Pariaman, Budi Imam Samiaji.

Pemantauan titik panas ini kata Budi, sangat berguna untuk tanggap darurat asap. Sehingga, masyarakat dapat lebih waspada, termasuk meningkatkan kesiagaan Pemerintah dalam pencegahan kebakaran.

Melawan saat mau ditangkap, dua perampok PT Sinar Sosro didor polisi

Melawan saat mau ditangkap, dua perampok PT Sinar Sosro didor polisi


AGEN CASINO ONLINE

Anggota Polres Jembrana terpaksa melumpuhkan kedua perampok kawakan dengan timah panas terhadap Bambang Hendrawan (49) dan M Holili (35) yang keduanya asal Jember. Kedua perampok ini bersama ketiga rekannya masih buron melakukan aksi perampokan di PT Sinar Sosro cabang Negara, kabupaten Jembrana di Bali empat hari lalu.

"Komplotan perampok itu kita ditangkap di Desa Grundul, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah," terang Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Selasa (24/10).

Sementara tiga orang pelaku lainnya kini masih dalam pencarian (DPO) yaitu AS, KN dan TN. Lanjut Kapolres, saat penangkapan pelaku berusaha melawan dan hendak kabur, petugas terpaksa menembak kaki kedua pelaku.

"Sebelumnya juga sudah diberikan tembakan peringatan, namun tidak mengindahkan," terangnya.

Dari hasil interograsi terhadap pelaku, Bambang berperan menyerang satpam kantor sosro menggunakan linggis serta payung sosro yang berada di TKP.

Sedangkan pelaku M Holili, berperan menyerang satpam menggunakan pisau dan sempat melempar satpam dengan botol sosro kosong dan mengeluarkan kata-kata ancaman.

Pelaku TN berperan sebagai sopir mobil dan pelaku AS berperan sebagai menyerang satpam menggunakan pisau dan yang membuat lubang pada tembok di TKP sosro dan KN berperan menyerang satpam menggunakan pisau.

Dikatakan Kapolres, kasus terungkap karena saat kejahatan terjadi satpam melawan pelaku sehingga di TKP ditemukan bill (tanda bukti) belanja milik pelaku yang terjatuh di TKP, dimana pelaku sebelum melakukan aksi membeli pisau dan lakban di toko Rahayu Jembrana.

"Aksi pelarian mereka terekam CCTV. Kita lakukan penyelidikan dan setelah koordinasi ke polres di Jawa Timur didapat keterangan pelaku merupakan residivis curas di wilayah Jawa Timur. Pelaku juga memiliki senpi," ungkapnya.

Kini kedua pelaku ditahan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 365 jo 53 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951.

Adapun barang yang diamankan pada kedua pelaku berupa uang tunai sebesar Rp 764.000, satu kalung emas, HP Oppo, HP Nokia warna putih, HP samsung warna putih, HP nokia warna putih.

"Saat ini kita terus lakukan pengembangan dan memburu tiga rekan pelaku lainnya," demikian AKBP Priyanto.