RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Minggu, 07 Januari 2018

Selain geng Jepang, masih ada enam geng motor bebas berkeliaran di Depok

Selain geng Jepang, masih ada enam geng motor bebas berkeliaran di Depok


AGEN CASINO ONLINE

Jumlah geng motor di Depok ternyata cukup banyak. Hal itu diungkapkan oleh anggota geng Ladies Jepang. Ladies Jepang merupakan geng motor Jembatan Mampang (Jepang) yang anggotanya adalah wanita.

AN, salah satu anggota menuturkan di luar masih ada sejumlah geng yang berkeliaran. Setidaknya kata AN masih ada enam geng.

"Seperti Geng Inggris, Rusia dan lainnya," katanya, Rabu (3/1).

Dijelaskan bahwa kegiatan para geng motor hampir sama. Mereka hanya berkumpul tanpa tujuan yang jelas. Kemudian berkonvoi berkeliling tanpa maksud dan tujuan pasti.

"Kumpulnya malam hari. Kadang nyerang geng lain juga," tukasnya.

AN sendiri pernah dijaring petugas beberapa waktu lalu. Saat itu dirinya terjaring razia yang dilakukan Tim Jaguar. "Iya pernah (terjaring operasi) waktu itu cuma nongkrong doang," katanya.

Sementara itu, polisi hingga kini masih mengejar sejumlah pelaku yang diduga terlibat penjarahan toko baju. Disebutkan bahwa masih ada lima tersangka yang tersisa. Sedangkan sampai saat ini sudah 17 tersangka yang diamankan.

Para tersangka diamankan di Polresta Depok untuk dimintai keterangan soal masih adanya teman mereka yang buron. "Kami telah mengamankan 17 orang pelaku. Ada 5 tersangka yang masih kami kejar," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto.

Selain mengamankan belasan tersangka, pihaknya juga mengamankan puluhan senjata tajam yang digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya. Sajam itu diproduksi sendiri oleh geng motor itu. "Sajam yang dibawa saat aksi," tutupnya.

Kala Megawati menyebut Jokowi dan dirinya adalah petugas partai

Kala Megawati menyebut Jokowi dan dirinya adalah petugas partai


AGEN CASINO ONLINE

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan semua kader adalah petugas partai tak terkecuali Presiden Joko Widodo yang diusung oleh PDIP kala itu. Bahkan, Megawati juga menyebut dirinya adalah petugas partai.

Lanjut Mega, dia dapat membuktikan jika Jokowi merupakan petugas partai dengan menyimpan tanda tangan Jokowi saat ditugaskan untuk menjadi calon presiden 2014.

"Seperti apa Jokowi, saya punya tanda tangan dia adalah petugas partai. Tanda tangan untuk Ketua Umum PDIP, tetapi tidak pernah saya beber-beberan supaya kalau ada pem-bully-an pada saya sudah kelewatan baru saya beberkan," kata Megawati saat mengumumkan pasangan calon 6 Pilgub di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Megawati melanjutkan, itu merupakan konstitusi partai yang harus ditaati. Bahkan dia mengatakan presiden yang lahir dari PDIP-pun tetap petugas partai. Peraturan ini bukan keluar dari mulutnya melainkan hasil dari kongres.

"Jadi jangan samakan dengan yang lain, saya tidak bisa mengatakan apakah partai lainpun ada seperti itu. Jadi kalau saya sebut kalian adalah petugas partai bukan karena kesombongan saya, itu adalah perintah partai," ujarnya

Presiden ke-5 ini mengatakan, sebagai ketua umum PDIP memiliki kewenangan untuk menugaskan kader-kader partainya. Dia juga selalu mengeluarkan surat saat menugaskan kader PDIP untuk menempati jabatan tertentu.

"Begitulah memang bunyinya saya pun petugas partai, yang diberi mandat partai kongres partai sebagai ketua umum dan tanggungjawab saya adalah membesarkan partai ini, dan oleh kongres pun untuk itu diberi hak prerogatif Kalau saya bisa memilih dan DPP saya hanya menyarankan. Tetapi semua keputusan ada di tangan ketum," katanya.

"Kalau saya panggil sebagai ketum, kalau sebagai kader kamu adalah petugas partai oleh sebab itu saya berikan tugas kepada kamu sebagai a atau b makanya ada surat tugas. Jadi ini mekanisme yang harus tahu jadi," lanjutnya.

Bahkan Megawati sempat bercanda soal masalah petugas partai. "Saya guyon saya yang maju karena saya petugas partai, ketua umum saya menugasi diri saya. Terus mau jadi opo (apa) begitu loh? Itu lah hak prerogatif saya jangan lupa. Kalau saya mau enggak pusing Sumut sudah lah saya yang maju," katanya.

Pakde Karwo sarankan Azwar Anas minta polisi telusuri penyebaran foto

Pakde Karwo sarankan Azwar Anas minta polisi telusuri penyebaran foto


AGEN CASINO ONLINE

Foto lama Bupati Banyuwangi Azwar Anas ramai tersebar luas. Menanggapi ini, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo sarankan kepada pihak Anas meminta polisi menelusuri penyebaran foto itu supaya terungkap maksudnya sebagai kampanye hitam atau bukan.

"Tetapi itu kita belum tahu itu kampanye hitam apa kampanye memutihkan kita belum tahu. Disarankan polisi untuk periksa," kata pria karib disapa Pakde Karwo di DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo enggan komentari apakah hal itu berdampak pada kontestasi. Diketahui, Demokrat mendukung lawan politik Anas, yaitu pasangan Khofifah-Emil Dardak. Menurut dia, masyarakat sendiri bisa menilai hal itu.

Selain itu, Gubernur Jatim tersebut menghormati keputusan Anas menarik diri dari kontestasi Pilgub Jatim. "Itu hak Pak Anas tetapi haknya mau tarik kembali pikiran kita jangan hitam putihlah. Demokrasi membuat ruang spare untuk dialog," tukas dia.

Sebelumnya, Anas angkat suara terkait isu mundur tersebut. Dia menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Termasuk, teror yang kerap diterima dirinya dan keluarga.

"Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut," kata Anas melalui keterangan tertulis, Jumat (5/1).

Selama menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, Anas mengaku ada pihak yang mencegahnya mengambil kebijakan tertentu. Namun, dia mengaku tak menghiraukan dan tetap bekerja sebagai orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi.

"Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak," ujarnya.