RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Rabu, 06 Februari 2019

Iran Tuding AS Bekingi Diktator dan Ekstremis di Timur Tengah

Iran Tuding AS Bekingi Diktator dan Ekstremis di Timur Tengah


AGEN CASINO ONLINE

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mendiskusikan berbagai hal terkait Suriah dengan Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai isu seperti konstitusi Suriah, pemulangan pengungsi, reformasi politik, dan penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara tersebut. Jazad Zarif pun menuding AS yang berada di balik semua kekacauan.

"Permusuhan AS mendorongnya untuk mendukung para diktator, pembantai, dan ektremis, dia (AS) hanya membawa kehancuran ke wilayah kami," cuitnya di Twitter, seperti dilansir dari Sputnik News, Rabu (6/2).

Pernyataan ini disampaikan Zarif sehari setelah Presiden Iran, Hassan Rouhani menekankan keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menempatkan pasukannya di Irak buat mengawasi Iran membuka kebohongan AS terkait memerangi terorisme.

"Anda mengatakan berdiam di Irak untuk mengamati Iran, sedangkan sebelumnya Anda mengatakan diam di sana untuk memerangi terorisme. Baguslah Anda jujur menunjukkan diri Anda sebenarnya," kata Rouhani.

Rouhani menanggapi pernyataan Trump dalam sebuah wawancara di stasiun televisi CBS Minggu lalu. Pada kesempatan itu Trump menyoroti pentingnya pangkalan militer AS di Irak. Menurutnya ini krusial untuk memantau aktivitas Iran.

"Anda berada di Afghanistan untuk tujuan yang sama. Anda ingin mengamati, baik itu Iran, Rusia, dan China," tambah Rouhani.

Trump sebelumnya menyalahkan Iran dan menudingnya memainkan peran yang tidak stabil di kawasan itu. Pada 2018, AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran menyusul pengunduran diri Washington dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama pada Mei 2018. Sanksi putaran pertama diberlakukan pada bulan Agustus, diikuti oleh putaran kedua yang secara khusus menargetkan ekspor minyak Iran pada bulan November.

Pertemuan Kedua Trump dan Kim Jong-un Digelar 27-28 Februari di Vietnam

Pertemuan Kedua Trump dan Kim Jong-un Digelar 27-28 Februari di Vietnam


AGEN CASINO ONLINE

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidato kenegaraannya, mengumumkan, pertemuan tingkat tinggi kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan digelar bulan ini.

Trump mengatakan dalam pidato State of the Union di Kongres AS kemarin, dia akan bertemu Kim Jong-un di Vietnam pada 27 - 28 Februari 2019, demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/2).

"Jika saya tidak terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, kami saat ini, menurut pendapat saya, akan berada dalam perang besar dengan Korea Utara," lanjut Trump usai mengumumkan tanggal pertemuan dengan Kim.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi hubunganku dengan Kim Jong-un bagus."

Rencana untuk pertemuan tingkat tinggi kedua telah dilakukan sejak pembicaraan bersejarah kedua pemimpin tahun lalu di Singapura, 12 Juni 2018 --yang pertama antara presiden AS yang masih menjabat dengan pemimpin Korea Utara yang masih berkuasa.

Sementara Korea Utara belum melakukan uji coba rudal nuklir atau balistik sejak musim panas lalu, Pyongyang belum setuju untuk membongkar program senjata nuklirnya.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, pada Senin 4 Februari 2019, mengatakan bahwa utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, akan menuju Pyongyang pada Rabu 6 Februari.

Biegun berencana membahas pertemun tingkat tinggi jilid dua antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang diharapkan akan terlaksana pada akhir Februari 2019, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia Rabu (6/2/2019).

Selain mempersiapkan pertemuan tinggi, pembicaraan Stephen Biegun dengan pejabat setara dari Korea Utara, Kim Hyok-chol, akan menghasilkan kemajuan lebih lanjut dalam komitmen yang dibuat Presiden Trump dan Kim Jong-un di Singapura, yaitu denuklirisasi menyeluruh, transformasi hubungan Amerika-Korea Utara dan membangun perdamaian yang abadi di semenanjung Korea, kata sebuah pernyataan.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi CBS pada Minggu 3 Februari 2019, Presiden Trump mengatakan tanggal dan lokasi pertemuan tingkat tinggi jilid dua sudah disepakati dan kemungkinan akan diumumkan sebelum atau sewaktu ia mengucapkan pidato kenegaraan di Kongres pada Selasa 5 Februari.

Pekan lalu direktur Badan Intelijen Nasional AS, Dan Coats mengatakan di Kongres bahwa tidak ada kemungkinan Korea Utara bakal melenyapkan semua senjata nuklir dan kapasitasnya untuk membuat senjata itu.

Minggu, 03 Februari 2019

Cegah Kematian Penyelam, Peneliti Siapkan Baju Tahan Gigitan Hiu

Cegah Kematian Penyelam, Peneliti Siapkan Baju Tahan Gigitan Hiu


AGEN CASINO ONLINE

Universitas di Australia sedang menguji bahan baru yang dirancang untuk mengurangi dampak gigitan hiu. Para peneliti mengatakan, proyek itu bertujuan mengurangi kematian akibat serangan hiu dan mengurangi kekhawatiran para penyelam.

Para peneliti dari Universitas Flinders di Adelaide menerima dana pemerintah untuk menguji bahan neoprene terhadap kekuatan gigitan dari beberapa spesies hiu, termasuk hiu putih raksasa. Neoprene adalah sejenis karet sintetik yang digunakan untuk membuat baju selam.

Bahan baru tersebut bertujuan untuk menghindari robekan dan tusukan dari serangan hiu dan membantu korban mengurangi insiden kehilangan darah. Universitas Flinders enggan mengungkap pemasok bahan neoprene baru tersebut.

"Kami menyadari bahan itu tidak akan mencegah semua cedera karena tidak bisa mencegah cedera patah tulang atau tulang yang hancur," kata Profesor Charlie Huveneers seperti dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (3/2).

"Namun, sebagian besar kematian akibat gigitan hiu adalah karena kehilangan darah. Dan kemampuan mengurangi kehilangan darah dengan respons gawat darurat yang cepat, diharapkan bisa mengurangi kematian dan cedera akibat gigitan hiu."

Meski ada puluhan juta kunjungan ke pantai di Australia setiap tahun, serangan hiu sangat jarang terjadi. Tapi setiap insiden memicu perdebatan publik mengenai keamanan pantai.

Ada 27 insiden serangan hiu di perairan Australia tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Kebun Binatan Taronga di Sydney. Insiden tersebut termasuk satu insiden fatal di tujuan wisata popular, Kepulauan Whitsunday, dekat terumbu karang Great Barrier Reef.

Meski risiko serangan hiu sangat kecil, banyak orang masih khawatir tentang hiu, kata Huveneers menambahkan.

"Gigitan hiu bisa menimbulkan konsekuensi fisik, mental, sosial dan ekonomi yang parah. Karena itu penting untuk mengembangkan cara-cara baru mengurangi risiko gigitan hiu dan memastikan keberhasilan produk baru seperti itu."

Neoprene baru akan diuji dengan bahan-bahan standar yang biasanya digunakan untuk para penyelam dan peselancar. Hasil uji coba akan dirilis tahun ini.

Kebun Binatan Taronga mencatat ada 18 serangan pada 2017 dan 26 pada 2016.

Banyak pakar mengatakan peningkatan jumlah orang yang ke pantai sebagai penyebab meningkatnya serangan hiu.

September lalu, seorang anak perempuan berusia 12 tahun dalam kondisi kritis setelah ia diserang seekor hiu sewaktu berenang di Great Barrier Reef, Australia, hanya beberapa jam setelah seorang perempuan cedera akibat serangan serupa.

Paramedis segera didatangkan ke Cid Harbour di Whitsunday Islands, di lepas pantai sebelah utara negara bagian Queensland, Kamis 20 September 2018, di mana mereka mendapati anak perempuan itu mengalami luka gigitan hiu di bagian pahanya.

Manajer operasi regional Tracey Eastwick mengatakan anak tersebut mengalami kehilangan banyak darah.

Para awak penyelamat dipanggil pada Rabu malam setelah Justine Barwick yang berusia 46 tahun digigit hiu sewaktu berenang di daerah yang sama, sewaktu mengikuti tur dengan kapal.

Seorang dokter yang berlayar di kapal di dekatnya dipanggil dan melakukan penanganan darurat hingga helikopter penyelamat tiba. Barwick dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi.

Eastwick mengatakan dua serangan serupa dalam rentang waktu 24 jam itu merupakan situasi yang cukup berat.

Di Tengah Badai Protes Mariah Carey Tetap Gelar Konser di Saudi

Di Tengah Badai Protes Mariah Carey Tetap Gelar Konser di Saudi
Di Tengah Badai Protes Mariah Carey Tetap Gelar Konser di Saudi

Di Tengah Badai Protes Mariah Carey Tetap Gelar Konser di Saudi


AGEN CASINO ONLINE

Penyanyi Mariah Carey tetap tampil dalam konser di Jedah, Arab Saudi, pada Kamis malam 31 Januari 2019. Pertunjukan itu tetap digelar meskipun banyak aktivis melancarkan protes.

Sebelum konser itu dihelat, sejumlah aktivis Arab Saudi melakukan protes meminta Carey untuk membatalkan pentas musiknya. Mereka menganggap kehadiran Carey hanya akan digunakan oleh pemerintah Saudi untuk pengalihan isu terkait hak asasi manusia yang terjadi di dalam negeri.

Tidak ingin menanggapi protes tersebut, Mariah Carey, penyanyi asing perempuan pertama yang menggelar konser di Arab Saudi tetap hadir bersama rekannya, Sean Paul dan DJ Tiesto. Demikian sebagaimana dikutip dari CNN pada Sabtu (2/2).

Sebagai informasi, Saudi telah melakukan penahanan terhadap 11 aktivis hak-hak perempuan sejak Mei 2018. Salah satu aktivis perempuan yang ditahan adalah Loujain Alhathloul.

Masih dalam suasana penolakan konser, Walid Alathloul, seorang kerabat dari Loujain, memberikan pernyataan terkait apa yang dilakukan oleh otoritas Arab Saudi.

Walid menceritakan bahwa saudara perempuannya, Loujain Alhathloul, disiksa dan dilecekan secara seksual oleh otoritas penjara. Ia mengaku melihat dengan mata kepalanya sendiri saat berkunjung ke tempat penahanan bersama dengan keluarga.

Meskipun belum memberikan komentar terbaru, pemerintah Arab Saudi pernah memberikan pernyataan pada November 2018 silam.

Saat itu, salah seorang pejabat pemerintah menyatakan bahwa negaranya tidak pernah memperbolehkan dan mendukung siapapun, melakukan penyiksaan. Sumber yang sama juga menyatakan bahwa siapapun yang ditahan, baik laki-laki maupun perempuan, akan menjalani proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.

Sejumlah warga Saudi yan peduli terhadap kondisi perempuan di negaranya, memberikan pernyataan yang seolah menantang Carey agar berbuat lebih. Salah seorang kerabat tahanan menyampaikannya secara berani di depan media.

"Sekarang, setelah saya menceritakan kisah saudara perempuan saya, akankah Mariah Carey dapat meminta pembebasan untuknya di atas panggung? Apakah suara saya akan didengar?", kata Walid Alathloul setelah menceritakan apa yang menimpa saudaranya.

Meskipun tidak dapat menyuarakan pembebasan aktivis perempuan di Arab Saudi, pihak Mariah Carey berharap konsernya dapat menjadi fondasi bagi keadaan perempuan yang lebih baik di negara itu dan keadilan gender pada umumnya.

"Sebagai artis internasional pertama yang tampil di Arab Saudi, Mariah menyadari signifikansi konser ini secara budaya, dan akan terus mendukung upaya global untuk menciptakan keadilan bagi semuanya," tutur bagian hubungan masyarakat dari pihak Mariah Carey.

Helikopter Jatuh, Wapres Nigeria dan Awak Selamat

Helikopter Jatuh, Wapres Nigeria dan Awak Selamat


AGEN CASINO ONLINE

Wakil presiden Nigeria selamat dalam kecelakaan helikopter saat ia melakukan perjalanan kampanye di Negara Bagian Kogi di bagian utara-tengah negeri itu pada Sabtu (2/2),

"Helikopter Wakil Presiden Yemi Osinbajo jatuh saat mendarat di Kabba. Tetapi ia dan awak helikopter selamat," kata Laolu Akande, Juru Bicara medianya, di Twitter, sebagaimana dilaporkan kantor Berita Turki, Anadolu, Minggu (3/2).

"Prof Osinbajo sekarang berada di Kabba, setelah kecelakaan itu dan melanjutkan kegiatannya di negara bagian tersebut. Ia bertemu dengan orang-orang di Rencana Tingkat Selanjutnya di dalam Pemerintah Presiden Muhammad Buhari," katanya.

Pemungutan suara di Nigeria akan dilangsungkan pada 16 Februari dan 2 Maret. Buhari akan berhadapan dengan calon utama oposisi, Atiku Abubakar, mantan wakil presiden dan pemimpin Partai Rakyat Demokratik.

Menlu Retno Belum Pastikan Pelaku Bom di Filipina Pasutri Asal Indonesia

Menlu Retno Belum Pastikan Pelaku Bom di Filipina Pasutri Asal Indonesia


AGEN CASINO ONLINE

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi masih menunggu hasil identifikasi terduga pelaku bom bunuh diri gereja di Filipina yang disebut-sebut merupakan pasangan suami istri asal Indonesia.

"Kita mendengar adanya kabar bahwa pelakunya warga Indonesia, dari kemarin saya sudah berkomunikasi dengan otoritas Filipina namun sampai pagi ini belum terkonfirmasi hasil identifikasinya," kata Menlu Retno saat acara Diplomacy Festival, di Universitas Andalas. Seperti dilansir Antara, Sabtu (2/2).

Menurut dia, dari hasil komunikasi yang dilakukan hingga saat ini, proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung.

"Hari ini saya masih akan terus melanjutkan komunikasi dengan otoritas Filipina untuk memastikannya," ujar dia lagi.

Retno menyatakan hingga saat ini informasi yang menyebut pelaku adalah WNI masih hipotetikal.

"Jika betul WNI itu yang akan kami pastikan," kata dia pula.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri asal Indonesia berada di balik serangan yang terjadi di sebuah gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Selatan, 27 Januari 2019.

Serangan yang dilakukan dua orang pelaku yang disebut pasangan suami istri tersebut mengakibatkan 22 orang meninggal dunia dan 100 orang luka-luka.

"Yang bertanggung jawab adalah pelaku bom bunuh diri asal Indonesia. Namun, kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia, dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ano, seperti diberitakan ABS-CBN News.

Seorang pria yang dikenal sebagai "Kamah" yang sekarang menjadi tersangka dalam pengeboman itu, bertindak sebagai salah satu pemandu pasangan Indonesia, kata Ano. Ano menambahkan bahwa dia memiliki sumber yang memberitahunya bahwa pengeboman itu adalah "proyek" kelompok teroris lokal Abu Sayyaf.

Palestina Hentikan Bantuan Dana dari Amerika Serikat

Palestina Hentikan Bantuan Dana dari Amerika Serikat


AGEN CASINO ONLINE

Bantuan dana dari Amerika Serikat (AS) untuk Palestina, dalam payung kerja sama pemberantasan terorisme resmi berhenti sejak Jumat (1/2). Bantuan dana tersebut berhenti karena Palestina menyatakan tidak ingin lagi menerimanya. PM Palestina, Rami Hamdallah menyatakan penolakan itu secara tertulis kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Desember tahun lalu.

Pemerintah Palestina khawatir dengan kebijakan baru anti-terorisme AS bernama the Anti-Terrorism Clarification Act (ATCA). Pemberlakuan ATCA diklaim akan berdampak pada kewajiban negara yang beribu kota di Ramallah itu, untuk bertanggung jawab atas warga negara AS yang menjadi korban serangan teror di kawasannya. Demikian sebagaimana dikutip dari CNN pada Sabtu (2/2).

Menurut informasi dari salah satu kantor berita independen di Palestina, Ma'an, pemerintah Palestina khawatir atas konsekuensi hukum yang dapat diterima, dimana kemungkinan jumlahnya jauh akan lebih besar dibandingkan nominal yang diberikan AS. Hal itu mengingat, dalam ATCA dijelaskan bahwa AS akan menuntut penerima bantuan luar negeri dari United States Agency for International Development (USAID) di muka pengadilan domestiknya, apabila terbukti terlibat dalam 'tindakan teror'.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi berhentinya bantuan tersebut untuk Palestina, meskipun ia belum mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan misi USAID di wilayah yang berbatasan dengan Israel itu.

Memang di bawah pemerintahan Trump, AS memberlakukan syarat untuk bantuan luar negeri (USAID), yang mana seluruh institusi penerima bantuan --baik berupa negara atau komunitas (LSM)-- harus mematuhi ketentuan yang diberikan AS dan tidak boleh berseberangan dengan undang-undang domestik negeri Paman Sam. Syarat yang dimaksud juga memiliki korelasi dengan kepentingan nasional di bawah rezim yang tengah berkuasa.

Kepentingan pemberantasan terorisme sendiri telah menjadi agenda utama pertahanan AS yang secara gamblang dituliskan di dalam "buku putih pertahanan" atau USA Defense White Papers. Dalam 'buku' strategi pertahanan itu, AS di bawah Trump berkali-kali menyebutkan kata terorisme, diikuti dengan beberapa pihak yang dilihat sebagai musuh nasional.

Kerja sama AS-Palestina yang disebut pada beberapa paragraf sebelumnya, merujuk pada komitmen kedua negara untuk mengendalikan ekstremis yang berpotensi mengacaukan dunia, khususnya dalam lingkup regional Timur Tengah.

Kooperasi dua pihak itu termanifestasi berkat kesepakatan mereka untuk melakukan koordinasi di Tepi Barat (West bank), antara pasukan keamanan Israel dan Palestina.

Kerja sama terkait pencegahan teror, diklaim sebagai sebuah gambaran hubungan baik yang sangat langka, antara dua negara yang tak pernah berhenti berkonflik.

Dalam rangka menyukseskan program yang dimaksud, Amerika Serikat telah rela menggelontorkan dana (USAID) sebanyak USD 60 juta (sekira Rp 836,4 triliun) setiap tahunnya, yang diberikan kepada pemerintah Palestina. Dana yang dimaksud kemudian digunakan untuk membangun fasilitas pelatihan keamanan di Kota Jericho.