RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Jumat, 06 Oktober 2017

Imran yang hilang saat pasang pukat ditemukan tewas di laut Sangatta

Imran yang hilang saat pasang pukat ditemukan tewas di laut Sangatta


AGEN CASINO ONLINE

Kakek Imran (74), warga Sangatta Utara, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, ditemukan tewas siang tadi. Sehari sebelumnya, Imran dilaporkan hilang oleh rekannya, Rembon (40), saat memasang pukat di laut.

Jasad Imran, dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan visum.

Keterangan diperoleh, jasad Imran ditemukan sekira pukul 12.45 Wita siang tadi, setelah disisir oleh tim SAR gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Balikpapan, yang sebelumnya dinamakan Basarnas, Pos SAR Sangatta, Polri dan TNI.

Sebelumnya, Kamis (5/10) siang lalu sekira pukul 13.00 Wita, Imran bersama Rembon, pergi melaut menggunakan perahu sampan untuk memasang pukat dan rengge. Setibanya di titik yang ditentukan, Rembon berpisah untuk memasang pukat di titik lain.

"Setelah beres, Rembon kemudian kembali di titik tempat Imran yang juga memasang pukat. Tapi di titik itu, tidak ada melihat Imran," kata Kasi Operasi BNPP Kaltim-Kaltara Kantor Balikpapan Octavianto, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (6/10).

"Pak Rembon ini bingung. Karena dia tidak bisa mengoperasikan sampan dengan mesin ces tempel, dia memilih bertahan sambil menyisir sekitar. Korban (Imran) tidak terlihat," sebutnya.

Hingga akhirnya Rembon memberanikan diri, mengayuh sampan sampai ke tepi pantai. Dia pun bergegas melaporkan ke Pos TNI AL Sangatta, terkait Imran yang hilang di perairan.

"Jadi, sekitar jam 09.30 pagi tadi, kami terima informasi dari pos TNI AL muara Sangatta, dan tim langsung kami terjunkan untuk pencarian," terang Octavianto.

Tim SAR gabungan BNPP, TNI AL dan Polair Polres Sangatta, melakukan penyisiran. Korban akhirnya ditemukan sekitar 100 meter ke arah pantai, dalam kondisi tidak bernyawa. "Langsung dibawa ke pantai, dan kemudian ke rumah sakit (RS Kudungga Sangatta)," sebut Octavianto.

Secara fisik dan kasat mata, terlihat jasad korban meninggalkan memar di badan dan di wajah. Kendati demikian, tim SAR enggan berandai-andai menyimpulkan penyebab kematian Imran.

"Itu wewenang kepolisian ya (untuk menyelidiki), karena memang tidak ada yan melihat saat korban sendiri. Kami cuma bertugas melakukan upaya pencarian dan evakuasi," demikian Octavianto.

0 komentar:

Posting Komentar