RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Minggu, 11 Maret 2018

Nurdin Halid-Abdul Aziz dapat dukungan dari Laskar Syekh Yusuf dan Tim Forum Pemuda

Nurdin Halid-Abdul Aziz dapat dukungan dari Laskar Syekh Yusuf dan Tim Forum Pemuda


AGEN CASINO ONLINE

Sejumlah elemen masyarakat terus mengalirkan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Kali ini beragam latar belakang warga Kabupaten Gowa menyatakan komitmen untuk memenangkan NH-Aziz dengan mengatasnamakan sebagai Tim Forum Pemuda dan Laskar Syekh Yusuf.

Adapun relawan Tim Forum Pemuda dan Laskar Syekh Yusuf dikukuhkan langsung oleh NH di Rumah Kuning, Jalan Mappala, Makassar, Senin (5/3) malam. Kedua tim relawan tersebut semakin mengokohkan mesin pemenangan NH-Aziz yang berbasis ke akar rumput.

Ketua Tim Forum Pemuda, Hatta Hamzah Karaeng Gajang mengungkapkan sejumlah permasalahan Perda Lembaga Adat yang menimpa Kerajaan Gowa menjadi alasan bergabungnya pada barisan NH-Aziz. Pihaknya meyakini, pasangan nasionalis-religius ini mampu membuat adat istiadat dan budaya Gowa dapat lestari dan terjaga.

"Orang-orang saya yang bertarung ketika Balla Lompoa mau diambil oleh dinasti Firaun. Fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa Firaun itu Raja Mesir, tetapi tidak puas kemudian mengaku tuhan. Kurang lebih seperti itu," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Laskar Syekh Yusuf. Relawan yang berbasis kuat hingga di 18 kecamatan di Gowa lahir atas kekecewaan kebijakan di daerah itu.

"Banyak orang datang ke saya mengeluh, banyak orang teraniayaa di Gowa. Jadi yang kami rekrut ini orang-orang terintimidasi dan mengharapkan perubahan lebih baik. Yang bisa mengubah seperti itu hanya NH-Aziz," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, usai pengukuhan, NH mengapresiasi kepercayaan masyarakat dalam mendukungnya maju pada Pilgub Sulsel. Dukungan tersebut memberikan suntikan motivasi sehingga tak gentar tetap bertarung.

"Kita bisa menangkan dengan catatan bahwa tidak ada seseorang yang bisa terpilih tanpa dukungan rakyat. Artinya, kedaulatan di tangan rakyat, maka bukan di tangan kecurangan. Sehingga semua harus bisa memilih tanpa ada intimidasi," pungkasnya.

Sabtu, 10 Maret 2018

Berbekal filosofi badik, Nurdin Halid ingin perangi kesenjangan di Gowa

Berbekal filosofi badik, Nurdin Halid ingin perangi kesenjangan di Gowa


AGEN CASINO ONLINE

Pengukuhan tim pemenangan Laskar Toddopuli memiliki makna penting bagi Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid (NH). Terselip cerita menarik di balik pemberian cinderamata berupa badik pusaka kepada Nurdin di kediaman Menteri Khusus Angkatan Perang Kerajaan Gowa, Andi Massaule Ago, Kabupaten Gowa, Jumat (9/3) lalu.

Badik pemberian Laskar Toddopuli bukanlah sebatas senjata yang dimaknai secara fisik. Lebih dari itu, badik memiliki filosofi mendalam perihal kejantanan dan keberanian.

Dalam budaya Bugis- Makassar, termasuk bagi masyarakat Gowa, sambung dia, badik adalah simbol perlawanan. Perang terhadap segala macam problematika di Kabupaten Gowa.

"Saya berterimakasih atas pemberian badik ini. Saya tahu bagi orang Gowa, ini adalah lambang kejantanan juga sekaligus simbol perlawanan. Insya Allah, dengan pusaka ini, saya tidak akan mempermalukan orang Gowa. Bersama-sama, kita perangi kemiskinan, pengangguran, kesenjangan dan intimidasi," ucap Nurdin.

Pemberian badik pusaka kepada Nurdin dilakukan sebelum pengukuhan Laskar Toddopuli. Penyerahan badik itu disaksikan langsung oleh pemangku adat Salokoa ri Gowa, Andi Baso Mahmud dan Andi Bau Parenrengi serta perangkat Kerajaan Gowa lainnya. Juga hadir pelaksana tugas Ketua DPD II Golkar Gowa, Hoist Bachtiar.

Dalam adat Kerajaan Gowa, badik pusaka tersebut tidak sembarangan diberikan. Badik itu memiliki makna spesial sebagai penanda komitmen bersama memperjuangkan Nurdin menjadi pemimpin. Kerajaan Gowa menaruh harapan agar pemimpin Sulsel mendatang merupakan sosok peduli dengan adat istiadat, budaya dan kearifan lokal.

"Filosofi badik ini menandakan di depan harus tajam dan runcing untuk membuka jalan demi kesejahteraan rakyat. Manakala di tengah, punya keharusan untuk melindungi dan mengayomi. Manakala di belakang, sebagai gagang, pegangan, sekaligus pendorong untuk kemajuan rakyatnya. Simbol itu kepada Nurdin Halid untuk kepemimpinan di Sulsel," tutur Daeng Tutu, pemain sinrilik saat mengiringi proses penyerahan cenderamata dari Andi Ago ke Nurdin.

Buka Rapimnas Partai Berkarya, Tommy targetkan 3 kursi di DPRD

Buka Rapimnas Partai Berkarya, Tommy targetkan 3 kursi di DPRD


AGEN CASINO ONLINE

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau akrab disapa Tommy Soeharto mengatakan, di setiap Kabupaten/Kota harus bisa meraup minimal 3 kursi DPRD. Ia memperkirakan setiap kursi di dewan dapat diraih dengan jumlah pemilih rata-rata 12 ribu suara.

Dalam sambutan pembukaannya, Tommy mengapresiasi lolosnya Partai Berkarya dalam Pemilu 2019. Menurut dia, masih banyak tugas ke depan yang lebih berat setelah lolos pemilu. Diperlukan kesungguhan, dan partai harus menguasai atau memenuhi target minimum parlemen, baik di tingkat pusat, provinsi maupun di kabupaten/kota.

"Target Partai Berkarya dimulai dari DPRD tingkat II, harus 3 kursi minimal di setiap kabupaten/kota. Kalau 1 kursi rata-rata 12 ribu suara, jadi kalau ada kabupaten/kota total 36 ribu suara," ujar Tommy saat membuka Rapimnas Partai Berkarya, di Lorin Solo Hotel, Sabtu (10/3).

Tommy menambahkan, dengan target tersebut, 514 kabupaten/kota di Indonesia akan ada 18 juta kader Partai Berkarya. Ia yakin, jika 3 kurai terwujud, Partai Berkarya bisa meraup 3 besar di Senayan, sehingga di tingkat provinsi akan mengikuti.

"Untuk meraih target itu, harus punya organisasi tempur yang kuat. Ini tantangan, kita harus berjuang bagaimana mewujudkan itu," tandasnya.

Tommy menambahkan, target kedepan, bagaimana memperkenalkan Partai Berkarya kepada masyarakat. Baik di lingkungan pemilih generasi dewasa maupun kalangan muda.

Jika menang Pemilu 2019, Demokrat akan lanjutkan program Jokowi

Jika menang Pemilu 2019, Demokrat akan lanjutkan program Jokowi


AGEN CASINO ONLINE

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan partainya akan mengusung calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. SBY berjanji akan tetap melanjutkan berbagai program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dianggap baik jika menang Pemilu 2019.

"Jika Partai Demokrat kembali bertugas di pemerintahan. Nanti hal-hal yang baik pemerintahan dulu (Jokowi-JK) akan partai Demokrat kembali memperjuangkan," kata SBY di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Selain itu, program yang sudah baik akan terus ditingkatkan. Tentunya, kata SBY, semua program akan dilanjutkan oleh calon presiden dan wakil presiden dari Demokrat.

"Sudah barang tentu hal-hal yang baik dalam pemerintahan Jokowi perlu dilanjutkan dan ditingkatkan," ungkapnya.

Sebab itu, SBY meminta restu kepada semua pihak agar perjuangan partainya bisa membuahkan hasil. Dalam kepemerintahan mendatang Demokrat tambah Presiden keenam ini tidak akan banyak berjanji pada masyarakat.

"Partai Demokrat memohon doa restu agar perjuangan politik kami mengikuti Pemilu 2019 berhasil. Permohonan kepada pemimpin kita Presiden Jokowi dan kepada rakyat Indonesia," ucapnya.

Jumat, 09 Maret 2018

Adhi Karya siapkan Rp 2 T bikin anak usaha baru khusus bangun hunian di stasiun LRT

Adhi Karya siapkan Rp 2 T bikin anak usaha baru khusus bangun hunian di stasiun LRT


AGEN CASINO ONLINE

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto kembali akan melakukan pemisahan unit usaha (spin off) anak usaha yang bergerak dalam bidang properti. Hal ini dilatarbelakangi tingginya kebutuhan hunian yang terintegrasi dengan angkutan massal atau lebih dikenal dengan sebutan TOD (Transit Oriented Development).

Anak usaha baru tersebut diberi nama PT Adhi Commuter Property (ACP), di mana mereka akan berfokus pada hunian terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek.

Dengan modal awal yang tidak terlalu besar, diharapkan ACP bisa menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian dan angkutan massal.

"ACP ini akan kami beri modal Rp 2 triliun. Sumber ini adalah pada 2015 kami right issue saat itu ada PMN ditambah kas Rp 700 miliar, jadi Rp 2 triliun," kata Budi saat ditemui di Kawasan Blok M, Jumat (9/3).

Pihaknya telah memiliki lahan di beberapa lokasi dekat stasiun LRT Jabodebek yang nantinya akan dibangun TOD. "Kita sudah memiliki lahan sepanjang LRT dan kami akan tambah lagi di Bekasi sehingga nanti akan kita kembangkan."

Golkar akan ganti Mahyudin dengan Titiek Soeharto sebagai wakil ketua MPR

Golkar akan ganti Mahyudin dengan Titiek Soeharto sebagai wakil ketua MPR


AGEN CASINO ONLINE

Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Golkar Ibnu Munzir mengungkapkan, DPP memutuskan untuk mengganti posisi Wakil Ketua MPR dari Mahyudin kepada Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.

"Iya benar, proses itu memang sudah jalan, rencananya sih ini hari," kata Ibnu saat dihubungi, Jumat (9/3).

Namun, Ibnu mengaku tidak mengetahui apakah surat pergantian Mahyudin dengan Titiek Soeharto telah disampaikan kepada MPR. Menurut informasi, rencananya Sekjen Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus akan mengantarkan surat itu Senin pekan depan.

"Saya enggak tahu pak Sekjen sudah sampaikan (atau belum), rencananya ini hari, gitu. Paling enggak Senin," terangnya.

Pergantian Mahyudin dari posisi pimpinan MPR, kata Ibnu, hanya bagian dari penyegaran posisi kader. "Cuma ganti saja cuma penyegaran saja," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekjen Partai Golkar Fredrich Paulus mengklaim belum ada pembahasan untuk pergantian posisi di Wakil Ketua MPR.

"Itu bagian yang harus kita bicarakan untuk bagaimana yang sudah itu Ketua Fraksi (DPR) karena alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya termasuk di MPR itu nantinya kita akan bicarakan," tandasnya.

Klarifikasi pencopotan baliho Gus Ipul-Puti, Panwaslu nilai sudah sesuai aturan

Klarifikasi pencopotan baliho Gus Ipul-Puti, Panwaslu nilai sudah sesuai aturan


AGEN CASINO ONLINE

Pihak Panwaslu Sidoarjo akhirnya bergerak cepat atas somasi yang dilayangkan DPC PDI Perjuangan terkait dicopotnya baliho bergambar Gus Ipul-Puti yang terpasang di pekarangan kader partai di Desa Jati Alun-alun, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketua Panwaslu Sidoarjo Moammad Rosul mengatakan pihaknya melakukan klarifikasi kepada Paswascam dan Satpol PP Kecamatan Prambon. "Saya klarifikasi usai Salat Jumat tadi," ujarnya ketika dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (9/3).

Klarifikasi ini dilakukan dengan memanggil semua pihak, termasuk, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) DPC PDI-P Sidoarjo, Beny Syahputra dan Sarmadan serta Suryani pemilik lahan yang ditempati baliho tersebut. "Kami panggil semua, kami klarifikasi mengenai kejadian itu," ungkap dia.

Hasil proses klarifikasi tersebut, Rosul mengklaim pencopotam itu sudah sesuai prosedur. Katanya, Panwaslu sudah memperingatkan kepada pemilik pekarangan untuk menertibkan sendiri karena baliho tersebut bukan difasilitasi KPU dan tidak masuk sebagai titik lokasi alat peraga yang didaftarkan di KPU.

"Namun, karena tidak segera dicopot sendiri, akhirnya Panwascam dan Satpol PP mencopot baliho itu," akunya. Ia mengaku, usai melakukan pencopotan memang seharusnya diberikan kepada pemilik rumah. "Karena kondisi waktu pencopotan itu hujan deras dan kondisi rumahnya tertutup, maka baliho itu dibawa (ke Kantor Panwascam)," ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku apa yang telah dilakukan jajarannya itu sudah melalui prosedur regulasi. "Semua sudah sesuai SOP. Jadi, kami tidak ujuk-ujuk melakukan pencopotan itu," katanya.

Menanggapi hasil klarifikasi Panwaslu, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPC PDI-P Sidoarjo, Beny Syahputra mengatakan masih merapatkan di internal terkait upaya selanjutnya. "Kami masih merapatkan, Mas. Upaya apa yang akan kita tempuh selanjutnya, nanti akan dikabari," katanya.

Diinformasikan, Panwascam bersama Satpol PP Kecamatan Prambon, Rabu (7/3) mencopot baliho bergambar pasangan cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Bung Karno yang di pasang di pelataran milik seorang kader partai pendukung. Pencopotan itu berbuntut somasi pihak DPC PDI P Sidoarjo karena dinilai tanpa adanya koordinasi dan pemberitahuan serta memasuki pekarangan orang tanpa izin.