RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Rabu, 28 Maret 2018

Buruh inisial D jadi tersangka insiden besi terlepas di proyek Rusun Pasar Rumput

Buruh inisial D jadi tersangka insiden besi terlepas di proyek Rusun Pasar Rumput
Buruh inisial D jadi tersangka insiden besi terlepas di proyek Rusun Pasar Rumput

Buruh inisial D jadi tersangka insiden besi terlepas di proyek Rusun Pasar Rumput


AGEN CASINO ONLINE

Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan D, pekerja proyek Rusunawa Pasar Rumput, sebagai tersangka insiden besi terlepas yang menyebabkan Terminah (54) meninggal dunia. Namun D belum juga ditahan.

"Belum (ditahan), kalau enggak salah sekarang lagi proses melengkapi berkas dulu, baru naik ke tahap gelar (perkara), terakhir kemudian kita masukkan ke penyidikan, tinggal melengkapi administrasi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/3).

Sebanyak 13 orang saksi sudah diperiksa terkait insiden itu. Sejauh ini belum ada tanda-tanda tersangka baru selain D.

"Belum sampai sejauh itu, untuk sampai saat ini, yang kita duga (hanya) D ini, yang mengerjakan kurang hati-hati," ujarnya.

Atas perbuatannya, D dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian kerja yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Tersangka ini terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput RT 05/RW 04, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (18/3) pagi. Sebuah besi Hollow jatuh dari lantai 10 proyek rusun yang tengah dikerjakan PT Waskita itu. Akibatnya, satu orang warga, bernama Tarminah, meninggal dunia. Besi sepanjang kurang lebih 3 meter langsung menghujam bagian kepala.

Selasa, 27 Maret 2018

Polisi gerebek gudang DVD bajakan di Tangsel, sehari produksi 10.000 keping

Polisi gerebek gudang DVD bajakan di Tangsel, sehari produksi 10.000 keping


AGEN CASINO ONLINE

Puluhan ribu keping CD dan DVD bajakan ditemukan di sebuah gudang yang berada di kawasan Kosambi, kabupaten Tangerang, Selasa (27/3). Setiap harinya, pabrik CD DVD bajakan tersebut, mampu memproduksi hingga puluhan ribu keping per hari.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan menerangkan, dari pengungkapan itu, pihaknya menemukan puluhan ribu keping CD dan DVD bajakan siap edar. Pengungkapan ini berdasarkan laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas dalam gudang yang menurut keterangan pekerjanya baru beroperasi selama 2 bulan.

"Kemudian kami datangi pada Senin siang dan menemukan aktivitas produksi CD dan DVD," kata dia, Selasa (27/3).

Hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait izin gudang tersebut. Sebanyak enam orang pekerja dari tempat tersebut juga telah dimintai keterangan.

"Baru memeriksa 6 orang dimana diantaranya adalah yang mengemudikan kendaraan dari hasil produksi yang akan dipasarkan di wilayah Jabodetabek," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, gudang tersebut sudah beroperasi selama 2 bulan. Dalam sehari mereka mampu memproduksi 10.000 keping VCD dan DVD bajakan.

"DVD ni berbagai macam, ada berbentuk film ada juga karaoke. Menurut keterangan dari pekerjanya, bisa memproduksi sampai 5 ribu sampai 10 ribu per hari," ucap Harry.

Driver taksi online dilaporkan onani di depan penumpang wanita hamil

Driver taksi online dilaporkan onani di depan penumpang wanita hamil


AGEN CASINO ONLINE

Kasus asusila terjadi dalam pelayanan taksi online di Medan. Seorang pengemudi dilaporkan ke polisi karena berbuat tak senonoh dan melecehkan penumpang wanita.

Berdasarkan informasi dihimpun, laporan dibuat VS (29), warga Jalan Indrapura, ke Polrestabes Medan. Laporan wanita hamil 7 bulan itu ditandai dengan bukti lapor nomor STPL/545/III/2018/SPKT Restabes Medan.

Pengemudi yang dilaporkan berinisial IZ (35). Dia dituduh telah onani dan menunjukkan kemaluannya kepada VS di sekitar Jalan Madong Lubis, Medan, Jumat (24/3) malam. Sepanjang perjalanan, dia juga terus berbicara tentang hubungan seks.

Tindakan asusila itu bermula saat VS (29) memesan taksi online dari Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, menuju rumahnya di Jalan Indrapura, Medan. Awalnya komunikasi antara pengemudi dan penumpang berlangsung baik. Namun, belakangan pelaku semakin berani bertanya hal pribadi, termasuk persoalan hubungan seks VS dengan suaminya.

Perjalanan mobil itu pun agak melenceng dari yang seharusnya. Saat di Jalan MT Haryono, mobil yang seyogianya lurus, dibawa membelok ke Jalan Jawa dan mengarah ke Jalan HM Yamin Medan. "Sepanjang perjalanan dari Jalan Imam Bonjol, pelaku terus berbicara soal seks," kata Asril Siregar, kuasa hukum korban.

Dari Jalan HM Yamin, IZ membelokkan mobilnya ke Jalan Madong Lubis. Dia kemudian menghentikan mobilnya di tempat sepi.

Saat itu IZ mengatakan bahwa dia telah terangsang. Dia menunjukkan kemaluannya kepada korban. "Pelaku nekat melakukan onani di depan klien kami," ujarnya.

Pelecehan berakhir setelah korban membuka paksa pintu mobil dan melompat ke luar. "Saat kejadian, korban saat ini sedang hamil 7 bulan, jadi tingkat ketakutannya sangat besar. Jika tidak berhasil kabur, kemungkinan besar klien kami akan menjadi korban perkosaan, karena saat itu pelaku mencoba menangkap klien kami," imbuh Asril.

Akibat kejadian itu, VS trauma dan kerap menangis. Didampingi suaminya A, dia kemudian membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan, Sabtu (24/3).

Asril berharap pihak kepolisian untuk cepat merespons laporan pengaduan kliennya. "Agar tidak ada korban-korban lain," harapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira sudah memberi respons dan menyatakan akan melakukan penyelidikan. "Akan kami tindaklanjuti laporan ini," katanya kepada wartawan, Selasa (27/3) sore.

Setara Institute: Terjadi 155 kasus intoleransi sepanjang 2017

Setara Institute: Terjadi 155 kasus intoleransi sepanjang 2017


AGEN CASINO ONLINE

Kasus intoleransi beragama meningkat di Indonesia. Hal itu terlihat dari data yang didapat Setara Institute. Sepanjang tahun 2017, terdapat 155 pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di 29 provinsi di Indonesia.

Lalu, pada awal Februari 2018 lalu, terdapat tiga pelanggaran yang cukup serius. Di antaranya, pembubaran kegiatan bakti sosial Gereja Katolik St Paulus Pringgplayan, Bantul, Yogyakarta, pengusiran seorang biksu di Tangerang, Banten dan penyerangan di Gereja Katolik St Lidwina, Trihanggo, Sleman.

Pelanggaran atas kebebasan beragama tersebut dilakukan kelompok yang berpaham radikal, yang hampir kebanyakan melakukan tindakan itu adalah para pemuda.

Pengamat Terorisme, Sofyan Tsauri mengatakan, masalah radikalisme sangat berkaitan dengan situasi global saat ini. Dan menurutnya beberapa kasus terorisme atau berpaham radikalisme di Indonesia tidak secara tiba-tiba muncul tetapi merupakan efek dari situasi global.

"Contoh kasus terbaru adalah konflik Ambon dan Poso dimana pelaku terorisme di Indonesia merupakan alumni dari konflik-konflik komunal dan sosial. Maka di situlah saya hadir terpapar dengan pemikiran radikal, kemudian benci dengan situasi dan kondisi global, kondisi di Indonesia. Tahun 2005, saya mulai ikut kegiatan sari dan syariat Islam. Tahun 2009 saya disersi dari Kepolisian dan di PTDH," kata Sofyan di Universitas Paramadina, Jakarta Selatan, Selasa (27/3).

Dirinya pun mengajak kepada pemuda yang sedang mencari jati diri berhati-hati dalam bergaul, agar tidak tidak terjerumus ke aliran agama yang dianggap radikal.

Sementara itu, Chairman PIEC, Pipip A Rifai Hasan menambahkan, kondisi internasional sangat berpengaruh terhadap perkembangan terorisme atau paham radikalisme. Terlebih lagi dengan adanya kebijakan Donald Trump yang merupakan sangat ekstremisme seperti rencana pemindahan Tel Aviv ke Yerusalem.

"Upaya untuk mengalahkan terorisme dilakukan secara berlebihan sebagai contoh invasi ke Irak. Secara ideologi, Sadam Husen adalah sekuler sangat berbeda dengan terorisme. George Bush menggunakan memanfatkan isu terorisme untuk kepentingan masyarakat Amerika terkait eksplorasi minyak. Akhirnya terbentuk kelompok bersenjata ISIS," tambahnya.

Lalu, Pakar Antropologi Tobat Phil Suratno menuturkan, terjadinya aksi terorisme dikarenakan adanya faktor Prasituasi dan kondisi, Ideologi pemberontak seperti HTI, Khalifah dan kekerasan politik contohnya yaitu nyawa dibalas nyawa.

"Beberapa pra kondisi yang harus dilaksanakan untuk mencegah aksi radikalisme yakni rekonsiliasi tokoh, pemerintah dan ulama karena ada hak-hak muslim yang belum terakomodir atau terabaikan. LSM dan Pemerintah perlu memberi pencerahan lewat media, kepolisian melalui revolusi mental atau pendidikan karakter," tandas Suratno.

Senin, 26 Maret 2018

Presiden Jokowi: Pembagian setifikat tanah bukan pengibulan!

Presiden Jokowi: Pembagian setifikat tanah bukan pengibulan!


AGEN CASINO ONLINE

Presiden Joko Widodo menyaksikan pembagian sertifikat tanah kepada 3.630 kepala keluarga di GOR Rudi Rusnawan, Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, seperti dilansir Antara, Senin (26/3). Ini dilakukan untuk menghindari sengketa lahan.

"Diangkat tinggi-tinggi biar kelihatan semuanya bahwa sertifikat sudah diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah menjadi hak milik bapak ibu sekalian dan bukan pengibulan," kata Presiden dalam sambutannya di GOR tersebut pada Senin.

Presiden menegaskan sertifikat sudah diserahkan kepada seluruh masyarakat. Dia meminta agar masyarakat merawat baik-baik sertifikat masing-masing dengan disalin foto kopi.

Jokowi menegaskan, pembagian sertifikat tanah bertujuan agar masyarakat dapat merasakan manfaat kegunaan dari tanah yang dimiliki.

"Memang idealnya itu seluruh lahan yang ada, bidang yang ada, itu bersertifikat dan idealnya lagi memang kepemilikannya itu betul-betul rakyat bisa merasakan dari kegunaan atas lahan tanah yang mereka miliki," jelas Presiden.

Presiden menegaskan, penerbitan sertifikat sesuai dengan hak hukum masing-masing pemilik dengan jumlah yang sesuai kenyataan. Pemerintah memberi target pemberian sertifikat lahan yang sesuai pada tiap tahun yang terus meningkat yaitu pada 2017 sebanyak lima juta, 2018 sebanyak tujuh juta dan 2019 sebanyak sembilan juta sertifikat tanah.

"Ini memang target yang terus akan saya kejar. Ada Pak Menteri ATR BPN(Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) itu target. Jangan sampai ada yang 'ngomong' pembagian sertifikat itu apa? 'Ngibul'," jelas Presiden.

Dalam sambutannya di depan 3.630 penerima sertifikat yang hadir di GOR, Presiden mengingatkan masyarakat untul menjaga sertifikat dari kerusakan fisik. Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar masyarakat yang ingin menggunakan sertifikat sebagai jaminan atau agunan ke bank untuk permodalan agar menghitung dengan benar angsuran yang dapat dibayarkan.

Untuk diketahui, politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais menyindir Presiden Joko Widodo soal program bagi-bagi sertifikat tanah. Amien menyebut ini pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien di Bandung (18/3) kata Amien yang dikutip sejumlah media.

Emosi Menko Maritim Luhut Pandjaitan tersulut dengan ucapan Amien Rais. Dalam pidatonya, Luhut memang tak menyebut nama Amien Rais. Dia menggunakan istilah 'senior' yang diduga merujuk pada Amien Rais yang kerap mengkritik Jokowi.

"Ada senior bilang kasih sertifikat itu ngibulin. Apa yang ngibulin. Sertifikat itu prosesnya panjang dan berbelit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita nggak bisa asal ngomong," kata Luhut, Senin (20/3) malam.

Sebagian besar penghuni penjara di Sumut terancam tak bisa memilih

Sebagian besar penghuni penjara di Sumut terancam tak bisa memilih


AGEN CASINO ONLINE

Sebagian besar dari sekitar 24.000 penghuni Lapas dan Rutan di Sumut terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2018. Ini disebabkan mereka tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Saat ini penghuni Lapas dan Rutan di Sumut berjumlah sekitar 30.000 orang. Dari jumlah itu, yang memenuhi syarat untuk memilih jumlahnya sekitar 24.000 orang, sesuai pendataan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut. Namun, sebagian besar tidak mempunyai kartu identitas.

"Sebagian besar warga binaan di Sumatera Utara tidak memiliki kartu identitas, apa lagi KTP elektronik," ungkap Hermawan Yunianto, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Senin (26/3).

Ketiadaan KTP itu menjadi kendala tersendiri bagi narapidana maupun tahanan. Mereka terancam tidak dapat memberikan hak pilihnya pada Pilgub Sumut dan Pilkada di 8 kabupaten/kota di Sumut.

Untuk mencari jalan keluar, para kepala Lapas dan kepala Rutan sudah berkoordinasi dengan KPU kabupaten/kota setempat. "Koordinasi itu untuk mendapatkan solusi. Tapi, kita belum menerima kepastian solusi itu," kata Hermawan.

Selain itu, KPU Sumut diharapkan melakukan sosialisasi di Lapas dan Rutan. Alasannya, banyak pemilih pemula di dalam penjara.

Terpisah, Komisioner KPU Sumut, Yulhasni, mendorong Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) provinsi dan kabupaten/kota. "Kewenangan untuk merekam e-KTP itu ada pada mereka (Disdukcapil)," kata Yulhasni.

Polisi tangkap pengeroyok dua anggota TNI AU di Bekasi

Polisi tangkap pengeroyok dua anggota TNI AU di Bekasi


AGEN CASINO ONLINE

Kepolisian Polres Bekasi Kota menangkap Aldi Pratama (21), salah satu pengeroyok dua orang anggota TNI AU yang berjualan durian di Bekasi. Pengeroyokan diduga dilakukan oleh ormas besar pada Kamis (22/3) lalu.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengatakan hingga kini polisi masih mengejar 14 pelaku lain. Kepolisian juga telah meminta keterangan ketua ormas tersebut guna mencari informasi soal anggota mereka yang diduga melakukan pengeroyokan.

"Saya optimis ketangkap semua karena nama sudah kita kantongi," ujarnya di Markas Polda Metro Jaya, Senin (26/3).

Aldi, kata Indarto, masih diperiksa intensif di Polres Metro Bekasi. Ia terancam Pasal 170 tentang pengeroyokan. Dia yakin yang melakukan hal itu hanyalah anggota ormas.

"Saya kira itu oknum ya. Kita ada dua cara dalam mensosialisasikan kepada ormas di Bekasi. Pertama kita komunikasi dan kedua penegakan hukum," katanya.