RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Kamis, 08 Agustus 2019

Menlu AS dan Pangeran MBS Bahas Perlawanan terhadap Iran Melalui Telepon

Menlu AS dan Pangeran MBS Bahas Perlawanan terhadap Iran Melalui Telepon


AGEN CASINO ONLINE

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo membahas keamanan maritim, Iran dan Yaman dengan putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) melalui telepon pada Rabu (7/8).

"Menlu membahas meluasnya ketegangan di wilayah dan perlunya penguatan keamanan maritim dalam rangka menggalakkan kebebasan navigasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Alaraby, Kamis (8/8).

Iran telah menyita tiga kapal tanker di perairan Teluk yang strategis dalam sebulan, dan Amerika Serikat menuduh Iran menyerang kapal-kapal di wilayah tersebut.

AS telah berjuang untuk mengumpulkan koalisi internasional untuk melindungi kapal kargo yang bepergian melalui Teluk, dengan sekutu khawatir akan terseret ke dalam konflik dengan Iran.

Ortagus juga mengatakan, Pompeo dan MBS membahas perkembangan bilateral dan regional lainnya, termasuk melawan rezim Iran termasuk melawan kegiatan destabilisasi rezim Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran - musuh utama Arab Saudi - melonjak sejak Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir dengan Iran tahun lalu dan menjatuhkan sanksi.

Dua belas bulan setelah penarikan AS, Iran menanggapi dengan menangguhkan beberapa komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir.

Iran sementara itu menembak jatuh pesawat tanpa awak AS pada Juni, dan Trump menyerukan serangan udara balasan di detik-detik terakhir, dan AS mengklaim menembak jatuh satu unit dan kemungkinan dua pesawat tanpa awak Teheran, namun disangkal republik Islam tersebut.

Terkait isu Yaman, MBS dan Pompeo menegaskan kembali dukungan kuat mereka pada upaya Utusan Khusus PBB Martin Griffiths untuk memajukan proses politik.

Arab Saudi terlibat dalam perang berdarah di Yaman melawan Houthi yang didukung Iran, konflik yang menewaskan 10 ribu orang, sebagian besar warga sipil, kata badan bantuan.

Trump memveto resolusi kongres bulan lalu yang akan memblokir penjualan senjata ke Arab Saudi yang dikhawatirkan para pengkritik akan memperburuk perang Yaman yang menghancurkan, yang menurut PBB telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Terlepas dari pemungutan suara bipartisan bulan ini yang berfungsi sebagai teguran bagi presiden - dan ekspresi kemarahan anggota parlemen atas peran Riyadh dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi tahun lalu - upaya untuk mencegah Trump menggunakan hak vetonya gagal.

Demonstran Hong Kong Lawan Penangkapan Mahasiswa dengan "Pertunjukan Laser"

Demonstran Hong Kong Lawan Penangkapan Mahasiswa dengan "Pertunjukan Laser"


AGEN CASINO ONLINE

Ratusan demonstran Hong Kong gelar "pertunjukkan laser", Rabu malam (7/8). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas ditangkapnya pemimpin mahasiswa yang membawa sekantong senjata ofensif berupa laser pointer.

Kepolisian mengatakan, laser yang diarahkan demonstran ke mata dan kamera merupakan "serangan" yang berbahaya.

Para demonstran memadati planetarium di Museum Space membawa laser. Cahaya merah dari laser ditembakan ke arah gedung dan pohon, dan membuatnya seperti terbakar. Sambil terus menyorotkan cahaya laser, mereka menyerukan,"Api, api, tidak terbakar."

Usai "membakar" planetarium, demonstran kemudian mengisi malam dengan pesta dan karnaval. Jauh dari suasana tegang seperti yang terjadi sebelumnya, malam itu para demonstran bernyanyi, menari, dan membuat pertunjukan boneka.

"Apa yang terjadi malam ini adalah segala yang kita butuhkan. Tanpa air mata, tanpa darah, hanya tawa, nyanyian, dan tarian," ungkap Penulis, Ryan Ho Kilpatrick dalam akun Twitternya. "Ini kota yang kita cintai, ini mengapa kita melakukannya," lanjut Ryan.

Ungkapan Ryan mewakili emosi warga Hong Kong lainnya di media sosial, menanggapi demo yang berlarut-larut terjadi. The Guardian melaporkan, setidaknya 2000 putaran gas air mata ditembakan dalam bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa.

Hong Kong tengah menghadapi krisis politik terburuk sejak bergabung ke pemerintahan China pada 22 tahun lalu. Unjuk rasa memprotes undang-undang ekstradisi yang saat ini masih ditangguhkan. Hukum undang-undang ekstradisi memungkinkan seseorang untuk dihukum di pengadilan daratan China.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (8/8), saat ini protes telah meluas menjadi reaksi terhadap pusat keuangan Asia itu. Protes tersebut didasari kekhawatiran banyak warga akan terkikisnya kebebasan di bawah kendali pemimpin partai komunis China.

Pejabat tinggi Beijing yang bertanggung jawab atas wilayah Hong Kong dan Macau, Zhang Xiaoming mengatakan bahwa upaya pemberlakuan undang-undang ekstradisi adalah tugas utama dan mendesak. Menurutnya, kebijakan itu akan mencegah Hong Kong terpuruk, seperti yang dikutip The South China Morning Post.

Zhang mengatakan, menuruti tuntutan pengunjuk rasa tidak akan menyelesaikan krisis politik yang terjadi. Akan tetapi dirinya membebaskan kemungkinan pemerintah Hong Kong membentuk komisi penyelidikan untuk RUU ekstradisi.

India Tangkap Ratusan Warga Kashmir, Satu Pendemo Tewas

India Tangkap Ratusan Warga Kashmir, Satu Pendemo Tewas


AGEN CASINO ONLINE

Satu orang pengunjuk rasa di Kashmir dikabarkan tewas dan 100 politikus lokal diringkus otoritas India hari ini. Ketegangan dipicu langkah pemerintah India baru-baru ini untuk mencabut undang-undang mengenai otonomi khusus terhadap wilayah Kashmir.

Senin lalu pemerintah India yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) mencabut Pasal 370 yang menjamin status otonomi khusus Kashmir wilayah India.

Tetapi banyak warga Kashmir percaya bahwa BJP pada akhirnya ingin mengubah karakter demografis wilayah mayoritas muslim itu demi membuka pintu bagi warga mayoritas Hindu.

Setelah pencabutan Pasal 370 dari undang-undang yang dimaksud, New Delhi dilaporkan menerapkan pembatasan akses komunikasi dan ruang gerak bagi masyarakat di sana.

Militer India dilaporkan telah menginjakkan kaki di negara bagian tersebut --yang secara resmi bernama Jammu dan Kashmir. Mereka memberlakukan jam malam dan menutup potensi pergolakan massa.

Antisipasi meredam potensi demonstrasi dilakukan dengan menangkap sejumlah politikus anti-New Delhi di Kashmir.

"Lebih dari 100 pemimpin politik dan aktivis telah ditangkap di Lembah Kashmir sejauh ini," kata seorang pejabat senior pemerintahan Jammu dan Kashmir seperti dikutip dari News18, Kamis (8/8).

Namun, dia tidak memberikan perincian dari mereka yang ditangkap. Tetapi, beberapa diketahui sebagai politikus atau aktivis berpengaruh.

Mantan kepala menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti dan Omar Abdullah, yang berada di bawah tahanan rumah sejak Minggu malam, ditahan pada Senin malam karena dianggap ancaman terhadap situasi hukum dan ketertiban di negara bagian itu. Pemimpin Konferensi Rakyat Jammu dan Kashmir Sajjad Lone dan Imran Ansari juga ditangkap.

Para pemimpin yang ditangkap ditempatkan di Hari Niwas, beberapa meter dari tempat tinggal Gupkar mereka, kata para pejabat. Perintah penangkapan mereka dikeluarkan oleh hakim terkait karena kegiatan mereka untuk mengganggu perdamaian dan ketenangan di lembah Kashmir, mereka menambahkan.

Sementara itu, polisi mengatakan seorang pengunjuk rasa meninggal setelah dikejar oleh polisi saat jam malam di Srinagar. Mereka menambahkan bahwa protes sporadis telah dilaporkan di Srinagar.

Seorang pejabat polisi, yang tidak bersedia namanya disebutkan, mengatakan dalam satu insiden seorang pemuda yang dikejar oleh polisi "melompat ke Sungai Jhelum dan meninggal".

Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya enam orang telah dirawat di rumah sakit di Srinagar dengan luka tembakan dan cedera lainnya akibat protes.

Potensi Perlawanan Warga Lokal

Rashid Alvi, yang mengelola sebuah toko obat di Srinagar, Kashmir mengatakan bahwa kehadiran militer India telah mengubah kawasan itu menjadi "penjara terbuka".

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (7/8/2019), Alvi mengatakan bahwa "Orang-orang tidak bisa keluar dari rumah mereka karena jam malam" yang diterapkan oleh militer.

Namun, Alvi mengatakan bahwa setelah jam malam diangkat, warga "akan turun ke jalan" untuk memprotes langkah terbaru India.

Sentimen itu juga digaungkan oleh politikus muslim anonim dari partai yang memerintah India saat ini, Bharatiya Janata (BJP).

"Orang-orang Kashmir dalam keadaan terkejut dan mereka masih memproses apa yang terjadi. Tampaknya lembah itu akan segera meletus," katanya.

Ada beberapa laporan sporadis di Kashmir tentang pemrotes yang melemparkan batu ke pasukan keamanan tetapi belum ada konfirmasi resmi atas insiden tersebut hingga saat ini.

Konflik Kashmir, Pakistan Setop Layanan Kereta ke India

Konflik Kashmir, Pakistan Setop Layanan Kereta ke India


AGEN CASINO ONLINE

Pakistan hari ini menunda layanan kereta menuju India di tengah memanasnya konflik Kashmir.

"Kami memutuskan menghentikan layanan kereta Samjhauta Ezpress," kata Menteri Perkereta Apian Sheikh Rasyid dalam jumpa pers, seperti dilansir laman Channel News Asia, Kamis (8/8). Selama ini kereta itu menghubungkan Ibu Kota New Delhi, India dengan Lahore, Pakistan.

"Selama saya masih menteri perkereta apian, kereta Samjhauta Express tidak boleh beroperasi," kata dia.

Pakistan kemarin memutuskan menurunkan status hubungan diplomatik dengan India dan akan mengusir perwakilan India dan menunda perdagangan setelah pemerintah India mencabut status semi-otonomi khusus di Kashmir yang sudah berlangsung selama tujuh dekade. Keputusan itu diambil setelah sebelumnya India memberlakukan jam malam di Kashmir.

Pengamat sudah menduga keputusan India itu akan memicu konflik dengan Pakistan.

India beralasan keputusan mencabut status otonomi Kashmir itu adalah masalah internal negara.

Namun Pakistan menyerukan komunitas internasional campur tangan dan berjanji akan membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB.

Senin, 05 Agustus 2019

Pelaku Penembakan Ohio Bunuh Adik dan Delapan Korban dalam 30 Detik

Pelaku Penembakan Ohio Bunuh Adik dan Delapan Korban dalam 30 Detik


AGEN CASINO ONLINE

Pria bersenjata di balik penembakan di Dayton, Ohio, Amerika Serikat, menyerang adik perempuan dan delapan orang lainnya dalam waktu kurang dari 30 detik. Hal ini disampaikan oleh pihak kepolisian Ohio, seperti yang dilansir BBC pada Senin (5/8).

Setidaknya 27 orang dilaporkan terluka dan sembilan orang meninggal dalam serangan penembakan tersebut. BBC mengabarkan, satu dari sembilan korban jiwa merupakan adik kandung pelaku. Korban diidentifikasi sebagai Megan Betts, 22 tahun. Ia dikabarkan datang ke lokasi penembakan, klub malam Ned Peppers, bersama kekasihnya yang juga teman pelaku.

Beberapa jam setelah media ramai menyebut identitas pelaku, polisi membenarkan pelaku penembakan adalah Connor Betts, pria berusia 24 tahun asal Bellbrook, Ohio.

Betts pertama kali melayangkan timah panas pukul 01:05 waktu Ohio. Beberapa detik kemudian, Betts terlihat berlari menuju klub malam Ned Peppers, sebelum akhirnya ditembak mati polisi tepat di depan pintu masuk.

Betts dilaporkan mengenakan pelindung tubuh dan membekali diri dengan amunisi tambahan untuk senapan kaliber 223. Menurut polisi, Betts membeli senjata apinya di Texas melalui transaksi daring (online).

"Seandainya orang ini (pelaku) berhasil melewati pintu Ned Peppers dengan tingkat persenjataan itu, akan ada cedera dan korban jiwa yang lebih parah," ujar Kepala Polisi Dayton, Richard Biehl.

Berdasarkan laporan BBC, hingga saat ini polisi masih belum berhasil mengungkap motif pelaku aksi penembakan massal. Polisi Ohio menilai, masih terlalu dini untuk mencari tahu hal tersebut, termasuk dugaan tentang motif rasial di balik aksi penembakan massal itu.

Para Pejabat di Negara ini Mundur karena Pemadaman Listrik

Para Pejabat di Negara ini Mundur karena Pemadaman Listrik


AGEN CASINO ONLINE

Padamnya aliran listrik yang terjadi kemarin di Jabodetabek serta sebagian wilayah Jawa Barat mempengaruhi aktivitas jutaan masyarakat yang terkena imbasnya.

Akibat putusnya aliran listrik ini banyak pihak mengalami kerugian, termasuk kerugian besar yang dialami pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Presiden Joko Widodo pagi tadi datang ke kantor PLN di Jakarta untuk meminta penjelasan langsung tentang peristiwa pemadaman listrik massal kemarin.

Di beberapa negara lain yang pernah mengalami pemadaman listrik massal sejumlah pejabat bahkan sampai harus mengundurkan diri atau dipecat.

Dikutip dari berbagai sumber, Senin (5/8), berikut beberapa pejabat yang mengundurkan diri karena insiden mati listrik:

Menteri ekonomi Taiwan Chih-Kung Lee mengundurkan diri dikarenakan listrik padam masal yang melanda Negeri Formosa dan mempengaruhi jutaan masyarakatnya pada 2017.

Dikutip dari Taiwannews, Menteri Ekonomi Taiwan Chih-kung Lee, yang kementeriannya mengatur soal listrik, mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan meminta maaf kepada publik.

Setelah meminta maaf, ia menyerahkan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Lin Chuan. Setelah cabinet mengumumkan pengundurannya, Chih-Kung lee resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Ekonomi Taiwan.

Presiden Republik Venezuela, Nicolas Maduro mengumumkan perubahan kabinetnya pada Kamis (6/6). Ia menunjuk Professor Freddy Brito sebagai menteri urusan listrik, menggantikan Igor Gavida.

"Kami akan meneruskan untuk terus mengembangkan pengetahuan demi menyelesaikan masalah yang mempengaruhi masyarakat kita," ucap Brito setelah ia ditunjuk.

Gavida ditunjuk sebagai menteri urusan listrik pada awal April 2019. Namun dikarenakan pemadaman listrik yang memberikan pengaruh hingga ke persediaan makanan, air, transportasi, dan rumah sakit, Gavida harus digantikan.

Menurut Maduro, pemadaman ini bisa jadi terjadi karena sabotase dari pihak oposisi Venezuela, dikarenakan para ahli mengatakan bahwa hanya terjadi kesalahan yang tidak besar.

Menteri Ekonomi Korea Selatan Choi Joong Kyung mengundurkan dirinya dari pemerintahan dikarenakan peristiwa pemadaman listrik secara nasional.

Pemadaman terjadi karena pembangkit listrik Negara, termasuk dengan reactor nuklir yang sementara dimatikan karena musim dingin. Hal ini berimbas mempengaruhi dua juta penduduk rumah tangga di Korea Selatan.

Dikutip dari Korea Times, Presiden Korean Selatan saat itu Lee Myung Bak menyetujui permintaan pengunduran diri Choi Joong Kyung, walaupun iya berberat hati menerimanya dikarenakan menurutnya jalan "tanggung jawab moral" yang dipilih Choi Joong Kyung bukan secara langsung tanggung jawab utamanya.

Pelaku Penembakan Ohio Mengaku Sebagai "Kiri" pro-Setan

Pelaku Penembakan Ohio Mengaku Sebagai "Kiri" pro-Setan


AGEN CASINO ONLINE

Connor Betts, pelaku penembakan di Ohio, Amerika Serikat, menggambarkan dirinya sebagai pendukung politik 'sayap kiri' pro-setan yang menginginkan matinya generasi pendukung Joe Biden, mantan wakil presiden Amerika Serikat. Dia juga membenci Presiden Donald Trump dan aparat penegak hukum serta mendukung Senator Elizabeth Warren untuk menjadi presiden. Hal tersebut tergambar dalam sejumlah unggahan di akun Twitter pribadinya.

"Saya ingin sosialisme dan saya tidak akan menunggu para idiot untuk memahaminya, tulis Betts dalam akun Twitter bernama @iamthespookster, seperti yang dikutip Heavy.com.

Situs berita itu membuktikan kebenaran akun tersebut dengan mencocokkan sejumlah foto dan data pendidikan pelaku. Bukti itu semakin diperkuat dengan salah satu swafoto pelaku. Terlihat, pria di dalam swafoto tersebut memiliki tato yang identik dengan tato milik pelaku.

Dilansir dari The Washinton Times, Senin (5/8), Twitter pelaku menunjukkan dia pendukung politik sayap kiri yang anarkis. Hal ini sangat berbeda dengan unggahan pelaku penembakan El Paso yang lebih mengarah pada pandangan anti-imigran.

Connor Betts menjadi pelaku tunggal dalam insiden penembakan massal di klub malam Ned Peppers, Dayton, Ohio. Insiden tersebut mengakibatkan 9 orang tewas, termasuk pula adik kandung pelaku yang juga berada di lokasi kejadian.

Beberapa jam setelah media ramai menyebut identitas pelaku, polisi membenarkan pelaku penembakan adalah Connor Betts, pria berusia 24 tahun asal Bellbrook, Ohio.

Betts pertama kali melepaskan tembakan pukul 01:05 waktu Ohio. Beberapa detik kemudian, Betts terlihat berlari menuju klub malam Ned Peppers, sebelum akhirnya ditembak mati polisi tepat di depan pintu masuk.

Betts dilaporkan mengenakan pelindung tubuh dan membekali diri dengan amunisi tambahan untuk senapan kaliber 223. Menurut polisi, Betts membeli senjata apinya di Texas melalui transaksi daring (online).