RASAKAN SENSASI BERMAIN DI AGEN POKER DOMINO ONLINE UANG ASLI INDONESIA DENGAN MINIMAL DEPOSIT RP 10.000 & MINIMAL WITHDRAW RP 30.000 BONUS TURN OVER 0.5% BONUS REFFERAL 20% HANYA DI WWW.JAWADOMINO.NET

Jumat, 03 Agustus 2018

Penjelasan KPU soal parpol tak usung capres dilarang ikut pemilu selanjutnya

Penjelasan KPU soal parpol tak usung capres dilarang ikut pemilu selanjutnya


AGEN CASINO ONLINE

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, menjelaskan duduk perkara abstain dalam dukungan koalisi partai politik. Mengacu pada Pasal 235 UU Pemilu, Ilham mengatakan bila partai tersebut tidak memenuhi syarat (TMS) mengajukan calon sendiri maka partai bersangkutan tak mendapat sanksi pelarangan ikut di Pemilu periode berikutnya.

"Kalau partainya tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mencalonkan sendiri, maka tidak ada sanksi untuk pemilu berikutnya," kata Ilham di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Ilham melanjutkan, Pasal 235 juga menyebut, bila partai atau gabungan partai yang kemudian salah satu partai keluar dari koalisi, dan partai itu juga TMS untuk mencalonkan sendiri calonnya maka itu tidak menjadi soal.

"Karena disebutkan (sanksi jatuh) bila partai itu MS tapi tidak mencalonkan, jadi kalau TMS tidak ada sanksi," jelas dia.

Pasal 235 ayat 5 Undang-Undang Pemilu berbunyi, dalam hal partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tidak mengajukan bakal pasangan calon, partai politik bersangkutan dikenai sanksi tidak mengikuti pemilu berikutnya.

Rumor abstain muncul dari Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynudin. Suhud mengatakan partainya mempertimbangkan untuk abstain atau tidak bersikap di Pemilu Serentak 2019. Sikap itu kemungkinan akan dilakukan jika kader PKS tidak dipilih menjadi calon wakil presiden oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kasus skandal P2SEM berlanjut, anggota DPR ikut diperiksa Kejati Jatim

Kasus skandal P2SEM berlanjut, anggota DPR ikut diperiksa Kejati Jatim


AGEN CASINO ONLINE

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami skandal mega korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) tahun 2008. Tujuh dari 15 anggota DPRD Jawa Timur periode 2004-2009 sudah diperiksa sejak Rabu hingga Kamis (2/8).

"Sisanya (akan diperiksa) Senin, Rabu, dan Kamis minggu depan. Sisanya (diperiksa) maraton. Monggo ditunggu. Ya nanti dilihatlah," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jawa Timur Didik Farkhan Alisyahdi di kantornya Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (3/8).

Menurut Didik, dari ketujuh anggota dewan yang diperiksa karena diduga ikut menikmati dana 'enak gila' itu, di antaranya ada yang sudah meninggal dunia, yaitu Suhartono Wijaya dari Partai Demokrat. "Tapi tetap dikirim surat pemanggilan sebagai saksi," ucap Didik.

Sementara enam anggota DPRD Jawa Timur periode 2004-2009 yang sudah diperiksa Rabu dan Kamis kemarin adalah Sudono Sueb dari Fraksi PAN; Achmad Subhan (PKS); Suhandoyo (PDI Perjuangan); Mochamad Arif Junaidi (PKNU), Gatot Sudjito (Golkar); dan Harbiah Salahudin (Golkar).

Para terperiksa dengan status masih saksi ini, beberapa di antaranya ada yang masih aktif sebagai anggota dewan di Jawa Timur, dan ada yang aktif sebagai anggota DPR.

Kata Didik, mereka baik yang sudah dipanggil maupun yang akan dipeiksa minggu depan ini, merupakan jalur dari dr Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo. "Mereka jalur dari dokter Bagoes," tegas mantan Kepala Kejari Surabaya ini.

Seperti diketahui, dr Bagoes merupakan dokter spesialis jantung di RSU dr Soetomo Surabaya. Dia merupakan otak kasus mega korupsi dana hibah senilai Rp 277 miliar dari Pemprov Jawa Timur di era Gubernur Imam Utomo yang disalurkan melalui 100 anggota DPRD Jawa Timur.

Kemudian, oleh para anggota dewan, dana 'enak gila' itu disalurkan ke kelompok masyarakat yang salah satu syarat pengajuannya adalah rekomendasi anggota dewan.

Medio 2008, skandal mega korupsi ini terbongkar dan 25 orang menjadi terpidana. Bahkan, Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004-2009, almarhum Fathorrasjid juga dijatuhi hukuman enam tahun penjara oleh PN Surabaya.

Sementara dr Bagoes menghilang dan ditetapkan sebagai buron. Desember 2017, dokter spesialis jantung itu berhasil ditangkap di Malaysia dan sudah terpidana.

Survei Alvara: Hanya 5 partai politik tersisa di DPR usai Pemilu 2019

Survei Alvara: Hanya 5 partai politik tersisa di DPR usai Pemilu 2019


AGEN CASINO ONLINE

Chief Research Officer Lembaga Survei Alvara, Harry Nugroho memprediksi, bakal ada 9 partai politik atau parpol yang ikut Pemilu 2019 tidak lolos parlemen. Dia menyebut berdasarkan hasil survei kesembilan partai tersebut memiliki elektabilitas di bawah empat persen, tak memenuhi parliamentary threshold di UU Pemilu.

Sehingga, Harry menyebut partai tersebut harus melakukan usaha yang lebih signifikan dan optimal jika tak ingin tenggelam di 2019. Lima partai bersisa di DPR diprediksi tinggal PDI Perjuangan 24,9 persen, Partai Gerindra 15,6 persen, Partai Golkar 8,8 persen, PKB 4,7 persen dan Partai Demokrat 4,6 persen.

"Sembilan partai dipersepsikan belum melakukan usaha-usaha signifikan, sehingga pemilih tidak melihat sesuatu yang berbeda dari partai besar yang ada," kata Harry di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Kesembilan partai tersebut yakni, PKS dengan hasil 3,2 persen, Partai NasDem 2,8 persen, Perindo 2,1 persen, PPP 1,8 persen, PAN 1,7 persen, Hanura 0,6 persen, PSI 0,4 persen dan Garuda dan Berkarya sama-sama 0,1 persen.

Kendati begitu, dia menilai hasil tersebut dapat berubah bila kesembilan partai dapat melakukan pendekatan kepada masyarakat. Apalagi, waktu pemilihan juga masih tergolong lama pada 2019.

"Nanti ada caleg-caleg yang turun ke daerah untuk memperkenalkan partainya. Sehingga masih bisa berubah," ucapnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk partai besar seperti PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Demokrat masih mendominasi tingkat popularitas.

"Sementara itu partai baru masih belum mengalami perubahan, kecuali Partai Perindo. Partai-partai baru harus berjuang ekstra keras untuk memperkenalkan diri ke pemilih," jelasnya.

Kamis, 02 Agustus 2018

Biar dicap tajir oleh tetangga, teknisi ATM curi Rp 327 juta milik bank

Biar dicap tajir oleh tetangga, teknisi ATM curi Rp 327 juta milik bank


AGEN CASINO ONLINE

Berdalih ingin dibilang tajir atau kaya raya oleh tetangga dan rekannya, M Irsyad (29) nekat menggelapkan uang milik Bank Mandiri. Tak tanggung-tanggung, duit yang dilarikan teknisi ATM itu sebesar Rp 327 juta.

Aksi kejahatan itu dilakukan saat dia bekerja sebagai teknisi dari PT Wiratnu Persada selaku perusahaan pihak ketiga yang bertugas mengawal pengiriman uang dari bank ke ATM di Palembang, Maret 2018. Dengan bekal pengetahuannya, pelaku mengambil uang dari mesin ATM menggunakan alat untuk memperbaiki mesin ATM.

Tersangka beraksi saat melakukan pemeliharaan ATM setiap bulannya. Hingga akhirnya mencapai Rp 327 juta. Pihak bank baru mengetahui adanya kerugian pada Juli 2018. Karena uang yang berada di ATM tidak sesuai dengan data.

Tersangka Irsyad nekat berbuat kejahatan karena ingin membeli sepeda motor dan mobil. Dia berharap, dengan harta yang dimiliki itu bisa mengangkat derajat keluarganya di mata tetangga dan temannya.

"Saya beli mobil sama motor, biar dibilang orang kaya. Ada juga saya pakai buat berobat penyakit paru-paru," ungkap tersangka Irsyad di Mapolda Sumsel, Kamis (2/8).

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 374 dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. Barang bukti diamankan berupa satu unit mobil Avanza, sepeda motor yang dibeli dari hasil kejahatannya dan uang sebesar Rp 6,5 juta.

"Untuk sementara tersangka beraksi sendirian, tapi tetap kita kembangkan," ucapnya.

LRT Palembang terhenti di lintasan karena sensor pintu posisi open

LRT Palembang terhenti di lintasan karena sensor pintu posisi open


AGEN CASINO ONLINE

Peristiwa terhentinya Light Rail Transit (LRT) Palembang di lintasan kemarin ditanggapi PT INKA selaku pembuat kereta ringan itu. PT INKA pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu.

Manager Humas PT INKA, Exiandri BP mengungkapkan, kejadian itu disebabkan sensor pintu di kereta dalam posisi open, yang menyebabkan sistem keamanan (Failure Safe) kereta bekerja. Sistem keamanan LRT yang dirancang sebagai pengaman operasional ini, mengaktifkan mode Standby.

"Sehingga kereta tidak bisa dijalankan selama masih ada indikator dari salah satu sensor keamanan menyala," ungkap Exiandri dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (2/8).

Dijelaskan, sebenarnya kereta ini juga dilengkapi dengan mode shortcut engine on yang bisa difungsikan oleh operator, apabila memang telah dipastikan semua pintu dalam keadaan tertutup.

"Tim teknis telah melakukan investigasi dan menemukan bahwa setting sensor pada pintu kereta masih terlalu sensitif," ujarnya.

Dari temuan tersebut, tim melakukan resetting terhadap sensor rangkaian kereta dan LRT saat ini telah dapat beroperasi kembali dengan lancar.

"Sebagai produk perdana, tim teknis akan terus mengawal operasional LRT Sumatera Selatan, sampai dapat beroperasi dengan perfomance maksimal baik dari sisi kenyamanan terutama dari sisi keamanan," kata dia.

Terlepas dari itu, PT INKA menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang. Menurut dia, LRT tersebut merupakan produk pertama di Indonesia, baik infrastruktur maupun sarana.

"Untuk itu kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penumpang LRT Palembang dibuat cemas karena kereta mogok di tengah-tengah lintasan saat hendak menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (1/8). Ketika berada di sekitar dua kilometer dari bandara, hujan deras dan spontan LRT berhenti alias mogok.

Sontak, penumpang kaget. Penumpang semakin dibuat bingung karena gerbong tak kunjung bergerak. Hingga akhirnya, penumpang tertahan di dalam gerbong selama satu jam sebelum menyala kembali.

Temui Jokowi, Wali Kota Solo minta revitalisasi Pasar Klewer timur didanai CSR

Temui Jokowi, Wali Kota Solo minta revitalisasi Pasar Klewer timur didanai CSR


AGEN CASINO ONLINE

Pengucuran anggaran untuk revitalisasi Pasar Klewer timur sebesar Rp 57 miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga saat ini belum ada kejelasan. Berbagai skenario terus dilakukan Pemkot Solo guna merealisasikan revitalisasi Pasar Klewer timur yang terus tertunda sejak tahun lalu.

Pemkot Solo mulai melirik dana corporate social responsibility (CSR), guna merealisasikan rencana tersebut. Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menyebut, dalam waktu dekat, permohonan pendanaan melalui anggaran CSR tersebut segera dikirimkan ke pemerintah pusat.

Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo, mengaku baru-baru ini telah berkomunikasi
"Saya sudah bertemu dengan Presiden Jokowi (Joko Widodo). Presiden sudah menyampaikan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), agar revitalisasi Pasar Klewer didanai dengan CSR," ujar Rudyatmo, Kamis (2/8).

Rudy, sapaan akrab Wali Kota Solo menyampaikan, ia sudah meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengirim proposal ke Kementerian BUMN.

Ia mengaku tak mempermasalahkan tentang sumber anggaran revitalisasi tersebut. Prinsipnya, lanjut dia, baik anggaran dari CSR atau APBN, yang penting ada inisiatif pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Klewer sisi timur.

"Dari awal kami juga berharap agar revitalisasi Pasar Klewer bisa didanai dari CSR. Tapi malah diberi APBN melalui dana Tugas Pembantuan (TP)," katanya.

Rudy menambahkan, jika skenario pembiayaan melalui CSR terwujud, pemkot berharap revitalisasi Pasar Klewer timur bisa segera dimulai. Apalagi menurutnya, pemanfaatan dana CSR lebih fleksibel dibanding uang negara, karena tidak dibatasi akhir tahun anggaran.

Senin, 30 Juli 2018

4 Tersangka suap pembangunan Purbalingga Islamic Center segera diadili

4 Tersangka suap pembangunan Purbalingga Islamic Center segera diadili


AGEN CASINO ONLINE

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan empat tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center.

Mereka adalah Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

"Hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti, perkara dan 4 tersangka ke penuntutan tahap 2," ujar Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Senin (30/7).

Jaksa penuntut umum pada KPK kini memiliki waktu sekitar 14 hari untuk menyusun surat dakwaan. "Sidang rencananya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta," jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati nonaktif Purbalingga Tasdi sebagai tersangka. Tasdi diduga menerima suap senilai Rp 100 juta dari proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap dua dengan nilai proyek Rp 22 miliar.

Selain Tasdi, KPK menetapkan Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto (HIS) serta tiga orang lain dari pihak swasta yaitu Hamdani Kosen (HK), Librata Nababan (LN), dan Ardirawinata Nababan (AN).

Atas perbuatannya, Tasdi dan Hadi selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Hamdani, Librata, dan Ardirawinata sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.